Sebarkan berita ini:

19-tax-amnestySEMARANG[SemarangPedia] – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I mencatatkan rekor tertinggi ditingkat nasional dalam penerimaan dana tax amnesty (pengampunan pajak) dengan nilai tebusan mencapai Rp5,7 triliun.

Kepala Kanwil DJP Jateng I Awan Nurmawan Nuh mengatakan realisasi dana tebusan hingga periode Senin 19 September 2016 dari DJP Jateng I merupakan terbesar dibandingkan dengan wilayah lainnya di seluruh Indonesia.

Dengan demikian, lanjutnya, kontribusi DJP Jateng I terhadap nasional sebesar 21,4% senilai Rp5,7 triliun dari perolehan secara keseluruhan atau nasional senilai Rp26,7 triliun.

Menurutnya, harta yang dideklarasikan mencapai Rp235 triliun, dengan rincian untuk dana repatriasi Rp17,7 triliun, deklarasi luar negeri Rp45,9 triliun dan deklarasi dalam negeri Rp172 triliun.

Dari sisi jumlah wajib pajak yang sudah mengikuti amnesti pajak untuk periode yang sama di wilayah DJP Jateng I tercatat 3.209 WP atau berkontribusi 3,8% dari WP seluruh Indonesia yang sudah mengikuti amnesti pajak dengan jumlah sebanyak 84.000 WP.

“Saat ini, kami menduduki peringkat pertama dari semua Kanwil Pajak yang ada di Indonesia,” ujarnya, Senin. (19/9)

Dia menuturkan dengan penambahan dana tebusan pada amnesti pajak sebesar itu, realisasi penerimaan pajak Kanwil DJP Jateng I hingga 19 September 2016 mencapai senilai Rp19,33 triliun atau 58% dari penerimaan yang ditargetkan hingga akhir tahun ini sebesar Rp32,8 triliun.

“Penerimaan pajak tahun ini lebih banyak 33,77% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Kami optimistis target penerimaan pajak akan tercapai hingga akhir tahun ini,” tuturnya.

Kanwil DJP Jawa Tengah I, lanjutnya, akan gencar terus melakukan sosialisasi di berbagai tempat, baik  kepada Wajib Pajak Potensial, anggota asosiasi, nasabah bank prioritas, pengusaha, ASN/TNI/Polri dan pengusaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Selain itu, dia menambahkan untuk meningkatkan pelayanan Amnesti Pajak, pihaknya berupaya membuka layanan penerimaan Amnesti Pajak di Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I dan Help Desk Amnesti Pajak di dua titik keramaian yaitu Paragon Mall dan Java Supermall.

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang ingin memanfaatkan Amnesti Pajak, untuk segera menyampaikan Surat Pernyataan Harta ke Kantor Pelayanan Pajak terdaftar atau Kanwil DJP terdekat,” ujarnya.

Sementara itru, Pengusaha Retail Semarang Budi Handoyo menuturtkan program pengampunan pajak sangat menguntungkan bagi pelaku usaha menengah ke bawah, mengingat banyak keringanan yang diperoleh. Bahkan pihaknya pernah mengikuti program pengampunan pajak pada 1984.

“Saya juga sarankan teman-teman pelaku usaha manfaatkan tax amnesty. Usaha saya lancar-lancar saja. Harus ikut, manfaatnya banyak,” tuturnya saat setelah deklarasi harta di DJP Jateng.

Menurutnya, program pengampunan pajak tidak terkait dengan Pph yang dikhawatirkan sejumlah pihak. Dari pengalaman mengikuti program serupa pada 32 tahun silam, Budi mengatakan mendapatkan manfaat yang luar biasa.

“Usahanya menjadi lancar, dan tidak khawatir lagi. Kalau tidak ikut Tac Amnesty, akan dikenakan pajak progesif yang nilainya lebih besar,” ujarnya yang juga sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRI) Jateng.

111
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>