Sebarkan berita ini:

JpegSEMARANG [SemarangPedia]  –  World Health Organization (WHO) baru-baru ini memperkirakan sekitar 750 juta penduduk dunia mengalami gangguan tiroid, bahkan bisa melebihi prevalensi diabetes nantinya. Indonesia sendiri menduduki peringkat tertinggi di Asia Tenggara dalam gangguan tiroid, yang mempengaruhi lebih dari 1,7 juta orang menurut hasil survei terbaru IMS Health.

Pasalnya rendahnya pengetahuan gangguan yang diakibatkan oleh gangguan tiroid, membuat terlambatnya penanganan. Gangguan tiroid wajib diketahui oleh dokter atau perawat sejak dini di pusat pelayanan primer.

Hal tersebit disampaikan oleh, Dr dr Tjokorda GD Pemayun SpPD KEMD yang menjadi pembicara dalam Seminar “Managing Thryroid Disorder” yang diadakan oleh Prodia di Aston Hotel beberapa hari lalu.

“Kelenjar tiroid besarnya hanya sebesar jempol manusia tapi mempunyai peran yang sangat vital dalam kehidupan manusia pada perkembangan otak. Akibat dari gangguan tiroid pada perkembangan otak, kecerdasan dan pertumbuhan janin kurang,” katanya.

Menurutnya, kekurangan atau kelebihan kelenjar tiroid sama-sama tidak baik. Hormon tiroid merupakan bensinnya sel sehingga sangat penting dan kasus kekurangan yodium efeknya sangat luas.

“Tanpa penanganan yang tepat, gangguan kelenjar tiroid bisa berakibat fatal terhadap kesehatan bahkan bukan tidak mungkin gangguan tiroid bisa menyebabkan kematian. Pemahaman pemeriksaan fungsi tiroid adalah berdasarkan apa yang diukur dalam suatu tes, kemampuannya dan faktor lain yang mempengaruhinya,” ujarnya.

Jika sudah terjadi gangguan tiroid, Tjokorda, melanjutkan, penanganannya selain operasi juga dengan penyinaran nuklir. Semuanya dapat dideteksi melalui serangkaian pemeriksaan laboratorium setelah melihat dari gejala-gejala fisik.

Sementara itu Dr Marita Kaniawati MSi dari Prodia menyatakan, roadshow yang dilakukan sejak 2011 untuk dokter layanan primer tersebut. Gangguan penyakit di kelompok endokrin yang sering dilupakan orang padahal sanggat penting dan kasusnya tinggi.

“Pada Dokter layanan primer perlu mengetahui tapi kurang karena gejalanya tidak spesifik. Alat untuk menunjang pemeriksaan di tempat kami paling lengkap, tidak saja yang rutin-rutin saja tapi sampai detail serta hasil yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan,” imbuhnya.

Adanya perkembangan yang sangat pesat dalam teknologi pemeriksaan laboratorium, seperti peningkatan sensitivitas dan spesifisitas metodologi pemeriksaan, menjadikan pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk diagnosis, terapi dan pemantauan penyakit tiroid. Memasuki era Next Generation Medicine, Lab Klinik Prodia bertransformasi dengan meluncurkan visi baru di tahun 2016: Layanan Kesehatan Terpercaya Menunjang Pengobatan Generasi Baru (Transforming towards Reliable Next Generation Health Care).

“Demi mencapai visi ini, Prodia mengembangkan berbagai teknologi dan aplikasi baru, antara lain di bidang diagnostik molekuler, Mass Spectrometry, dan teknologi multiplex di laboratorium klinik, dengan didukung oleh sistem validasi metode yang kuat. Semua ini adalah persembahan Prodia untuk Indonesia,” pungkasnya.

178
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>