Sebarkan berita ini:

15-rukma-setyadiSEMARANG[SemarangPedia] – Kalangan DPRD Jawa Tengah meminta pengisian jabatan esekutif berlandasakan dasar dan pertimbangan kuat, sehingga personil yang ditempatkan di jabatan tertentu sesuai dengan kemampuan, seiring direalisasikan perampingan Satuan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di tingkat provinsi.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengatakan pengisian jabatan eksekutif terkait dengan perampingan SOTK sepenuhnya wewenang Pemerintah Propinsi Jawa Tengah.

Meski tidak memiliki wewenang, menurutnya, kalangan legislatif tetap akan melakukan pengawasan secara intensif terhadp pengisian jabatan maupun perampingan SOTK di provinsi itu.

“Kami tidak akan campur tangan, karena bukan wewenang legislatif, melainkan akan mengawasi sejak awal sampai akhir, tiap pengisian jabatan dengan acuan ada dasar dan pertimbangannya, sehingg bisa ‘the right man on the right place‘,” ujarnya, di Gedung DPRD Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (15/9).

Menurutnya, DPRD akan melakukan fungsi pengawasan pada pengisian jabatan terkait dengan perampingan SOTK, sehingga diharapkan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami akan menjalankan fungsi pengawasan secara intensif dan fokus ke situ, karena rawan jika pengisian jabatan tidak sesuai dengan ‘track record‘-nya, tidak sesuai keahlian, pengalaman, pendidikan, pengabdian, dan loyalitas,” tutur politikus PDIP itu.

Sebelumnya, panitia khusus di DPRD Jateng telah melakukan konsultasi hasil pembahasan rancangan peraturan daerah mengenai rencana perampingan SOTK ke Kementerian Dalam Negeri.

Berdasarkan pembahasan yang dilakukan oleh pansus, jumlah SKPD di lingkungan Pemprov Jateng akan mengalami pengurangan yang sebelumnya sebanyak 59 instansi  menjadi 47 instansi.

Dari 47 yang disepakati, terdiri atas 23 dinas, enam badan, delapan biro, tiga asisten, dan tujuh rumah sakit umum daerah (RSUD), serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang selama ini berjalan, ada yang dipertahankan, ada juga digabung, bahkan ada yang dihapus. (RS)

115
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>