Sebarkan berita ini:

8-tkaSEMARANG[SemarangPedia] – DPRD Jateng mendesak pihak terkait untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) aktivitas tenaga kerja asing (TKA) ilegal di sejumlah perusahaan dan industri, menyusul meningkatnya kehadiran investor asing di berbagai daerah.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Yudi Indras mengatakan kedatangan dan aktivitasnya tenaga kerja asing perlu mendapat pantauan dan pengawasan.

Langkah itu, lanjutnya, dilakukan karena kehadiran investor asing belakangan ini mengalami peningkatan, mereka mulai banyak yang menanamkan modalnya ke wilayah Jawa Tengah, sehingga tidak menutup kemungkinan TKA ilegal yang bekerja di sejumlah perusahaan besar dan industri PMA itu juga semakin meningkat.

“Perlunya inspeksi mendadak (sidak) guna menyisir keberadan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal yang berada di Jawa Tengah, agar aktivitas  TKA ilegal itu tidak merugikan pekerja lokal,” ujarnya, di Semarang.

TKA ilegal, dia menambahkan berpotensi besar masuk ke wilayah Jawa Tengah, mereka bakal bekerja ke sejumlah pembangunan proyek industri maupun bekerja di manejamen perusahaan.

“Saat ini banyak investor asing yang tengah membangun sejumlah industri di Jawa Tengah, memungkinkan mereka juga membawa para tenaga kerja dari negaranya untuk ikut dipekerjakan dalam proyek maupun pekerjaan lainnya,” tuturnya.

Yudi menuturkan beberapa bulan lalu, sejumlah TKA telah di deportasi oleh pihak terkait karena melakukan pelanggaran izin kerja.

“Jateng  telah mendeportasi tiga TKA asal Tiongkok yang kedapatan melanggar izin wilayah kerja. Seorang di deportasi pada April lalu karena bekerja di luar Magelang dengan izin kerja yang sah. Sementara dua tenaga kerja lainnya kedapatan bekerja di luar Solo dan Jepara dan telah di deportasi,” ujarnya.

Dia menyebutkan jumlah TKA resmi di Jateng per awal Desember 2016 ini mencapai 1.640 orang. Jumlah itu turun jika dibandingkan pada periode Januari 2016 sebanyak 1.823 orang.

“Meski dari data menunjukkan penurunan tapi upaya pengawasan harus terus dioptimalkan. Harus dilakukan pengecekan di perusahaan-perusahaan yang memperkerjakan TKA. Apakah secara riil menurun atau justru sebaliknya,” tuturnya.

123
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>