Sebarkan berita ini:
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] – DPRD Jateng meminta kalangan sekolah untuk  menyediakan dan membudayakan kantin sehat di lingkungannya, sebagai upaya meminimlaisasi siswa jajan di luar, sekaligus pengawasan yang dilakukan oleh guru lebih mudah jika mendapati makanan yang membahayakan bagi siswa.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Muh Zen ADV mengatakan makanan yang kurang sehat yang mengancam keselamatan jiwa lebih banyak beredar untuk anak-anak, sebagai target sasaran. Pasalnya, anak belum bisa membedakan mana makanan yang higienis dan aman dikonsumsi, serta sebaliknya.

Menurutnya, untuk menghindari kekhawatiran tersebut, semestinya sekolah mulai membudayakan kantin sehat, sehingga anak tak perlu jajan di luar sekolah dan luar pengawasan guru. Bahkan kalau bisa pihak sekolah perlu menyediakan kantin khusus yang menjajakan makanan sehat.

Dia menuturkan perlu ada ketegasan dari pihak sekolah agar lingkungan sekolah terrbebas dari jajanan atau minuman yang membahayakan bagi siswa.

“Langkah itu dilakukan agar pengawasan dari pihak sekolah terhadap makanan di kantin lebih mudah. Selain itu dapat meminimalisasi siswa keluar sekolah untuk mencari jajanan yang belum tentu terjamin kesehatan,” ujarnya, di Semarang.

Selain itu, lanjutnya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga diharapkan melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap jajanan dan minuman yang ada di lingkungan sekolah.

“Di sisi lain, peran orang tua siswa dapat memberikan edukasi agar berhati-hati membeli jajan di luar sekolah dan dibiasakan membawa bekal makanan dari rumah,” tutur politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Dia menambahkan belum lama ini ada kegiatan penyitaan permen merek jari-jari di sejumlah kota yang diduga mengandung zat adictif dari narkoba jika dikonsumsi anak berakibat ketagihan dan tidur hampir dua hari.

“Jika  permen yang ditemukan itu memang sudah jelas membahayakan anak,harus segera ditindak tegas, terutama yang produksi. Kalau ada unsur kesengajaan maka harus diproses secara hukum,” ujarnya. (RS)

 

111
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>