Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SermarangPedia] –  Komisi C DPRD Jateng menilai potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar dari kontribusi hasil pengelolaan Kebun Benih Holtikultura (KBH) Bandungan, kurang mendapat perhatian dari dinas terkait.

Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto mengatakan, Kebun Benih Holtikultura (KBH) Bandungan yang memiliki lahan produksi 0,8 hektare dengan produk andalan benih buncis berkualitas masih kekurangan sumber daya manusia (SDM).

Bahkan, menurutnya, lembaga itu hanya didukung dua tenaga alih daya atau outsourcing.

“Sangat disayangkan, kami kira perlu ditambah SDM-nya. KBH ini potensi PAD-nya cukup besar, namun pada tahun anggaran ini hanya ditarget Rp 56 juta. Mungkin jika SDM nya ditambah bisa dua kali lipat,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, hampir sama dengan kondisi KBH Kledung, Temanggung. Potensi luar biasa tapi kurang mendapat perhatian dari dinas terkait.

“Tahun ini adalah tahun pemberdayaan aset daerah untuk mendukung pendapatan dari pajak kendaraan bermotor, kami minta Dinas-dinas terkait untuk memahami juga, agar target pendapatan daerah tercapai dan tidak gagal seperti 2016,” tuturnya.

KBH Bandungan merupakan satuan kerja dari BBTPH wilayah Semarang yakni satu unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng. Tahun lalu KBH Bandungan ditarget PAD sebesar Rp41 juta dan terealisasi Rp 42,525 juta (103,72%). Sedangkan tahun ini target dinaikkan menjadi Rp56 juta dan per Februari lalu telah terealisasi Rp 6,64 juta. (RS)

 

143
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>