Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – DPRD Jateng  meminta pemerintah agar membantu memfasilitasi proses sertifikasi produk garam di sentra produksi Jateng, meliputi wilayah Pati, Rembang dan lainnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Yudhi Sancoyo mengatakan pemerintah agar dapat ikut mendorong  petani garam dan kalangan industri garam rakyat di wilayah Pati dalam proses sertifikasi hasil produk mereka.

Langkah itu, lanjutnya, dilakukan yang diharapkan akan menghasilkan garam yang berkualitas, bersih dan bebas dari cemaran logam-logam berbahaya.

Menurutnya, sertifikasi produk garam perlu didorong oleh pemerintah untuk segera direalisasikan, karena melalui sertifikasi produk garam diharapkan akan diperoleh garam yang berkualitas, bersih dan bebas dari cemaran logam-logam berbahaya sehingga bisa dikonsumsi masyarakat.

“Sertifikasi garam itu sangat penting untuk menjamin mutu. Karena garam dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Bahkan jika garam yang dikonsumsi telah memperoleh sertifikasi dipastikan bakal mendukung kesehatan masyarakat,” ujarnya, di Semarang.

Dia meminta pemerintah, baik Pemkab Pati maupun Pemprov Jateng untuk membantu memfasilitasi proses sertifikasi garam di sentra produksi itu, mengingat biaya sertifikasi garam tidak murah dan sangat membebani  petani garam.

“Pemerintah harus hadir dalam proses produksi garam, dari hulu sampai hilir, termasuk proses sertifikasi yang tidak murah. Apalagi, Pati termasuk produsen kedua terbesar di Indonesia setelah Madura,” ujarnya.

Komisi B DPRD Jawa Tengah telah melakukan kunjungan kerja di wilayah Pantura tepatnya di Pati untuk melihat langsung industri kecil menengah yang memproduksi garam, Kamis lalau (15/12).

Rombongan Komisi B bertemu dengan Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium (Aprogakab Pati) di Ruang Pertemuan Kantor Kecamatan Batangan Jalan Pati–Rembang Kabupaten Pati.

Ketua Aprogakob Pati Budi Satriyono mengatakan hingga saat ini banyak Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak dalam usaha garam belum sesuai dengan standar yang diatur oleh Pemerintah.

“Kami mengharapkan agar IKM terutama produksi garam yang ada di wilayah Kabupaten Pati mendapat pendampingan dan pembinaan, sehingga produk yang dihasilkan sesuai standart mutu yang telah ditetapkan,” tuturnya. (RS)

146
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>