Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  Komisi B DPRD Jawa Tengah menyayangkan munculnya mini market modern di berbagai daerah, terutama berdekatan dengan pasar tradisional karena telah mengakibatkan pedagang kecil menurun penjualan.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah M Chamim Irfani mengatakan merebaknya minimarket dan pasar modern yang masih berdekatan dengan pasar tradisional secara langsung maupun tidak langsung kini mulai berpengaruh terhadap menurunnya jumlah konsumen hingga mengakibatkan penjualan pedagang anjlok.

Hasil dari kunjungan kerja Komisi B DPRD Jawa Tengah di pasar tradisional Boyolali  Selasa (20/12), pengunjung pasar tradisional mulai terlihat menurun tidakj seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Saat ini menjelang hari raya Natal ataupun Tahun Baru yang pada umumnya pengunjung masyarakat konsumen ke pasar tradisional meningkat. Namun, kini kami melakukan kunjungan kerja di Pasar Tradisional Boyolali itu, masyarakat yang berbelanja di pasar tersebut tidak sepi,” ujarnya.

Melihat kondisi itu, Chamim menyayangkan semakin menurunnya minat wasyarakat berbelanja di pasar tradisional. Bahkan dengan longgarnya perizinan mini market dan pasar modern dan di tingkat kecamatan juga menjadi penyebab itu.

“Kebijakan terkait longgarnya perizinan pendirian pasar modern maupun minimarket di tingkat kecamatan kini berimbas kepada masyarakat yang tidak lagi mengunjungi pasar-pasar tradisional. Hal itu sangat merugikan pedagang-pedagang kelontong yang berjualan di pasar tradisional,” tutur politisi PKB itu.

Menurut Anggota Komisi B DPRD Jateng Achsin Ma’ruf, berdirinya minimarket modern hingga di tingkat kecamatan yang ada di wilayah kabupaten berakibat masyarakat lebih memilih berbelanja di minimarket yang kondisinya lebih nyaman dan mudah dijangkau.

Kondisi itu, dia menambahkan berdampak langsung terhadap omset penjualan para pedagang kecil di pasar tradisional.

“Dalam hal ini, komitmen Pemerintah Daerah terhadap rakyat kecil harus dipertegas, dimana perizinan  mini market modern lebih diperketat,” ujarnya. (RS)

234
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>