Sebarkan berita ini:

19-banjir-gubugSEMARANG[SemarangPedia]- DPRD Jateng menyarankan solusi penanganan banjir di wilayah Kabupaten Grobogan sebaiknya dilakukan dalam jangka panjang, sehingga untuk merealisasikan itu perlu koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri mengatakan penanganan banjir akibat jebolnya tanggul sungai Tuntang di Wilayah Kabupaten Grobogan harus dilakukan dalam jangka panjang.

Hal itu dilakukan, lanjutnya, karena penanganan banjir di daerah tersebut jika hanya jangka pendek tidak akan maksimal dan perlu melibatkan sejumlah pihak agar bencana tersebut dapat ditangani  secara baik.

“Kami sudah berkoordinasi pihak terkait  ada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dibawah Kementrian PU, dari Provinsi ada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), dan dari Kabupaten ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” ujarnya, di Semarang.

Penanganan jangka panjang, lanjut politikus PDI Perjuangan itu, akan mengadakan pertemuan dengan mitra Komisi D DPRD Jateng. Bahkan sudah terdapat solusi teknis jangka panjang bersama PSDA untuk memperbaiki kondisi tanggul sunai itu.

“Rencananya pekan depan kami akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Berlian, untuk penanganan jangka panjang,” tuturnya.

Sementara itu, mengenai penyebab jebolnya tanggul, Staf Balai PSDA Jragung Tuntang (Jratun) Kasir menganalisa adanya pemasangan pipa gas nasional di daerah tempat bencana tanggul jebol, tanpa koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

“Pemasangan pipa gas ini mengakibatkan timbunan kurang padat, sehingga terjadi limpasan dan akhirnya tanggul sisi kiri sungai tuntang bobol. Panjang tanggul yang bobol itu mencapai 20 meter dan kedalaman tiga meter,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada Senin dinihari (10/10) ribuan rumah di wilayah Kabupaten Grobogan terutama di wilayah Gubug dan sekitarnya terendam banjir, setelah tanggul Sungai Tuntang jebol akibat intensitas hujan sangat tinggi beberapa hari terakhir.

Terdapat tiga titik tanggul jebol di aliran sungai yang bermata air di Ambarawa itu, selain dua titik di Desa Ngroto dan juga satu di Pesa Papanrejo. (RS)

 

107
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>