Sebarkan berita ini:

UNGARAN[SemarangPedia] –  Komisi A DPRD Jateng meiminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jateng dalam mengelola sejumlah aset-aset miliknya harus mengedepankan aspek ekonomis dengan tidak meninggalkan sisi humanis.

Ketua Komisi A DPRD Jateng Masruhan Samsurie mengatakan BPKAD dalam mengelola asset-aset harus professional hinga dapat memberikan nilai tambah dan kontribusi bagi PAD Jateng.

“Bahkan aset yang berada di kawasan objek wisata Bandungan Kabupaten Semarang berupa lahan seluas 2.000 m2 disewa oleh Suranto sejak 1977 hanya untuk bercocok tanam,” ujarnya saat bersama jajaran komisi mengunjungi salah satu aset tanah yang terletak di Desa Gintungan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Senin lalu (13/5).

Masruhan juga mempertanyakan harga sewa per tahun. Namun ternyata, Suranto setiap tahunnya hanya membayar sewa Rp 1 juta. Nilai sewa yang relatif sangat rendah dan murah, untuk sepetak tanah yang ada di kawasan objek wisata.

“Kalau nilainya hanya Rp1 juta banyak sekali peminatnya,” tutur politikus PPP itu.

Menurutnya, sudah saatnya harga sewa aset direvisi kembali dan kenaikkan sewa sudah seharus dilakukan sesuai kondis saat ini.

“Sewa dinaikkan supaya hasilnya bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Jateng,” ujarnya.

Harry Setyawan selaku Kabid Aset BPKAD yang turut mendampingi Komisi A menuturkan untuk nilai sewa sementara waktu belum ada penyesuaian.

Senada Kasi Status Hukum BPKAD Sukiyadi mengatakan pihaknya sekarang ini sedang mendata aset-aset yang disewa secara perorangan. Untuk kawasan Bandungan baru ada satu lokasi di Desa Gintungan.

“Ke depan kami bersama Komisi A akan merevisi nilai sewa asset yang potensian untuk dinaikkan,” tuturnya. (RS)

 

5
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>