Sebarkan berita ini:

pelajar-smaSEMARANG [SemarangPedia] – Wacana Full Day School yang di gagas oleh Mendikbud Muhadjir Efendi beberapa hari lalu membuat sejumlah elemen masyarakat bersuara. Salah satunya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Lazer Narindro.

Menurutnya ukuran pendidikan karakter adalah kejujuran, toleransi, disiplin, hingga rasa cinta Tanah Air namun mata pelajaran biasa yang ada tidak akan mampu mengajarkan pendidikan itu maka harus ada kegiatan ekstrakurikuler, sehingga pihaknya merasa perlu melakukan penambahan waktu.

Menurut Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Laser Narindro menanggapi wacana tersebut mengatakan pihaknya lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas jam belajar disekolah.

“Anak-anak memang perlu belajar bersama, bermain bersama namun ini jangan sampai memforsir anak. Jam belajar diperpanjang tapi kualitasnya menurun, ya untuk apa?” ujarnya pada semarangpedia.com di Gedung DPRD Kota Semarang, Rabu (10/8).

Sampai sejauh ini menurutnya belum ada Surat Edaran Resmi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terkait sekolah seharian penuh atau yang lebih dikenal dengan sebutan full day school.

Dia juga menuturkan jika kedepan nanti tetap ada surat edaran yang kaitannya dengan full day school pihaknya berharap kebijakan yang dikeluarkan sudah dilakukan kajian terlebih dulu dari pemerintah pusat dan daerah.

“Dari Kementrian maupun Dinas harus mengkaji lebih dulu, efektif atau tidak kebijakan tersebut diterapkan” pungkasnya.(AC)

124
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>