Sebarkan berita ini:

20-wali-kota-pasar-waruSEMARANG[SemarangPedia] – DPRD Kota Semarang meminta Pemkot membebaskan restribusi bagi para pedagang korban kebakaran Pasar Waru di kawasan Sawah Besar Semarang, guna meringankan beban mereka di tengah aktivitasnya dalam kondisi kesulitan.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota Semarang Syahrul Qirom mengatakan pihaknya telah meminta agar Dinas Pasar setempat membebaskan restribusi bagi pedagang korban kebakaran Pasar Waru itu.

Pembebasan restribusi ini, lanjutnya, berlaku selama pedagang menempati lapak sementara yang akan dibangun di jalan depan Pasar Waru yang terbakar itu.

Permintaan itu, sesuai hasil rapat Komisi B DPRD Kota Semarang bersama dinas terkait saat membahas masalah kebakaran Pasar Waru yang terjadi akhir pekan lalu.

Langkah ini, dia menambahkan dilakukan untuk meringankan beban pedagang yang menjadi korban kebakaran hingga aktivitasnya terhenti dan barang dagangannya ludes dilalap si jago merah.

Pembebasan retribusi juga pernah diterapkan pada pedagang Pasar Johar Semarang yang menjadi korban kebakaran dasyat beberapa waktu lalu.

“Saat itu sebagian pedagang Pasar Johar menempati di pinggiran Jalan Agus Salim dan mereka menempati lapak sementara, sehingga retribusi dibebaskan, demikian juga dengan pedagang pasar Waru yang akan menempati lapak sementara,” ujarnya, Rabu. (23/11)

Menurutnya, lapak sementara harus segera direalisasikan pembangunan fisiknya oleh Dinas Pasar Kota Semarang, agar para pedagang korban kebakaran bisa secepatnya melakukan perdagangan kembali.

Dinas Pasar setempat akan membangun lapak sementara mulai pekan ini dengan menggunakan konstruksi baja ringan yang akan menelan anggaran sebesar Rp1,7 miliar.

Setiap pedagang akan mendapat lapak sementara dengan ukuran 1,5 meter kali 1,75 meter dengan waktu pembangunan paling lama tiga bulan selesai.

Dalam insiden kebakaran Jumat malam (18/11) pekan lalu terdapat sekitar 10 kios dan 404 los yang terbakar dengan ditempati 350 pedagang dan 150 bakul pancakan (di luar los dan kios), hingga total mencapai 517 pedagang.

Hinga kini belum diketahui pasti penyebab kebakaran itu. Namun, pihak Kepolisian masih menunggu penyelidikan dari Inafis Satuan Reskrim Polrestabes Semarang, Polda Jawa Tengah dan Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri Cabang Semarang.

85
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>