Sebarkan berita ini:

24-raperdaSEMARANG[SemarangPedia] –Kalangan legislatif Jateng optimistis pembahasan Raperda Rancangan Pembangunan Industri Provinsi Jateng (RPIP) bakal rampung akhir 2016, hingga menghasilkan Perda yang diharapkan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Yudhi Sancoyo mengatakan RPID opitimis akhir tahun ini selesai, hinga mampu menjadi Perda untuk panduan pendirian industri serta bisa mengurangi pengangguran dan jumlah kemiskinan di provinsi ini.

“Kami telah melakukan serangkaian proses pembahasan, baik dengan berkunjung ke daerah-daerah yang industrinya maju maupun pembahasan dengan SKPD terkait, hingga optimisi akhir tahun ini selesai,” ujarnya, Kamis. (24/11)

Menurutnya, Perda RPIP Jateng menjadi dokumen perencanaan yang menjadi acuan dalam pembangunan industri di berbagai daerah di Jateng mulai 2017 hingg masa berlaku pada 2035.

“Dalam RPIP itu, terdapat industri skala prioritas daerah yang ditetapkan menjadi industri unggulan dan utama di wilayah Jateng,” tuturnya.

Dia mengharapkan dengan RPIP menjadi Perda Jateng, ke depan akan dilanjutkan dengan Perda di masing-masing kabupaten/ kota, sebagai upaya  untuk mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Jateng.

“Saat ini, kami berkunjung ke daerah-daerah yang banyak industrinya. Tampak kemajuan yang nyata secara ekonomi di daerah, sehingga kami ingin, dengan adanya RPIP, mempercepat kemajuan daerah di Jateng,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD Jateng Nuniek Sri Yuningsih mengatakan pembahasan Raperda RPIP harus memasukan sejumlah  persoalan yang dinilai penting, agar menghasilkan Perda yang diberlakukan bisa lebih optimal.

Menurutnya, daerah seperti kabupaten/kota tidak hanya mempermudah masuknya investor tanpa mempersiapkan sarana yang mendukung, serta tenaga kerja yang koperatif.

“Kabupaten/ kota jangan asal memebrikan izin kepada investor. Namun, harus dipersiapkan sarana dan prasarana pendukung di wilayahnya,” tuturnya.

Perda RPIP, dia menambahkan diterbitkan sebagai upaya untuk mengurangi angka kemiskinan dan penggangguran di berbagai daerah di wilayah Jawa Tengah.(RS)

 

100
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>