Sebarkan berita ini:

1-SEMARANG[SemarangPedia] – DPRD Kota Semarang sidak ke tempat hiburan yang berdekatan dengan sekolahan, karena dikhawatirkan akan berdampak negatif bagi para siswa siswi.

Tempat hiburan itu, khususnya Karaoke yang letaknya bersebelahan dan berhadapan dengan sekolah perlu ditertibkan, guna mencegah timbulnya dampak negatif bagi para siswa.

Rombongan legislatif yang dipimpin Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi terdiri Danur Rispriyanto (Komisi B) dan Agus Riyanto Slamet (Komisi C) melakukan sidak di tempat karaoke di Jalan Kiai Saleh Semarang, Rabu. (1/6)

Dalam inspeksi mendadak itu, rombongan legislatif hanya mendapati beberapa karyawan, sementara pimpinan atau pengelola karaoke tidak ada di tempat karena karaoke tersebut baru buka pada sore hari.

“Kami minta Pemerintah Kota Semarang meninjau ulang perizinan tempat karaoke ini, kalau memang sudah muncul perizinan. Kalau belum satpol pamong praja (Satpol PP) harus menindak,” ujar Supriyadi.

Politikus PDI Perjuangan itu, mempertanyakan perizinan HO (Hinder Ordonantie) atau surat izin gangguan karena prosesnya harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

“Dengan demikain, kami minta karaoke ini dicek perizinannya. Kalau ternyata belum ada izinnya, ya, wajib ditutup. Dikhawatirkan, keberadaan karaoke ini berdampak buruk terhadap siswa sekolah di sekitar,” tuturnya.

Namun, dia menambahkan jika ternyata karaoke tersebut sudah mengantongi perizinan berarti Pemkot Semarang kecolongan karena ada sekolah di samping dan depan, serta bersebelahan masjid.

Pada sidak itu, rombongan legislatif juga menyempatkan berdialog dengan pengelola SDIT Bina Amal Semarang yang berada di samping sekolah dan TK-SD-SMP Kristen Gergaji, Semarang, di depan karaoke itu.

Wakil Kepala SDIT Bina Amal Semarang Eko Mulyanto mengakui selama ini tidak pernah dimintai izin oleh pemilih bangunan di samping sekolah itu yang ternyata memfungsikannya sebagai tempat karaoke.

“Pendirian bangunan itu, mau difungsikan untuk apa, dan sebagainya, tidak meminta izin pihak-pihak di sini. Ternyata, sekarang dijadikan karaoke. Kami khawatir berdampak pada anak-anak,” ujarnya.

Dengan keberadaan karaoke itu, lanjutnya, anak-anak sekolah akan melihat dan merasakan sesuatu yang mungkin belum saatnya bagi seusia mereka, sehingga dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap mereka.

Sementara itu, Agus Riyanto Slamet yang juga pengurus Yayasan Bina Amal Semarang menuturkan keberadaan karaoke yang dibangun persis di samping sekolah yang juga terdapat masjid.

“Masjid di sekolah itu diperuntukkan bagi umum. Jadi, di luar jam sekolah tetap digunakan beraktivitas keagamaan. Kami minta Pemkot bisa tegas. Selama ini, pemilik juga belum pernah minta izin,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Yayasan Bina Amal berencana mengirimkan surat keberatan atas keberadaan karaoke tersebut yang ditujukan kepada Pemkot Semarang, DPRD Kota Semarang, dan Dinas Pendidikan setempat.

 

163
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>