Sebarkan berita ini:

18-DSC1SEMARANG[SemarangPedia] – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM ) Semarang, Gunawan Witjaksana menilai upaya Diplomat Success  Challenge (DSC), untuk menggembleng pemuda yang bergerak ke dunia bisnis, sebagai terobosoan yang strategis bagi kaum muda di tanah air.

Menurutnya, langkah itu strategis mengingat kondisi persaingan global di dunia bisnis yang sangat kompetitif saat ini nyaris membuat runtuh peluang bisnis generasi muda.

“Oleh karena itu, progam DSC harus terus diperluas ke berbagai segmen masyarakat, seperti kelompok UKM, industri rumah tangga, kalau perlu DSC membentuk jaringan  untuk menemukan wirausaha wirausaha mandiri di pelosok tanah air,” ujarnya di Semarang, Senin (18/7).

Dia menuturkan, untuk 2016 ini, guna menggairahkan minat kalangan muda untuk berwirausaha, PT Wismilak Inti Makmur menyelenggarakan Diplomat Success Challenge (DSC) ketujuh dengan hadian total Rp2 miliar.

Perwakilan DSC Surjanto mengatakan, melalui kegiatan tersebut diharapkan para pengusaha muda, termasuk para calon pengusaha bisa mengirimkan proprosal ke tim DSC untuk dilombakan.

DSC tahun ini, dia menambahkan merupakan yang ketujuh, dan sudah sekitar 6.000 proposal yang masuk. Melalui program ini pihak Wismilak tidak hanya memberikan hadian kepada pemenang, tetapi juga melakukan pendampingan untuk perkembangan usaha para pemenang.

“Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini, persaingan antar pengusaha semakin ketat. Masing-masing mencari peluang dengan mengedepankan produk unggulan dan pelayanan maksimal, termasuk sistem pemasarannya dalam merekrut costumer. Untuk itu para pengusaha kita, termasuk para pelaku UKM harus siap dengan segala kemampuannya,” tutur Surjanto.

Wismilak ingin di negeri ini tumbuh pengusaha-pengusaha muda dengan kemampuan yang memadai. Melalui program DSC yang digelar sejak 2010 dengan dana dari CSR Wismilak, diharapkan akan muncul wirausahawan-wirausahawan muda yang tangguh dan mampu menghadapi kompetisi di era MEA ini.

“Kami berharap program DSC ini akan mampu menjadi muara dari program terpadu yang dirancang untuk mendorong munculnya pengusaha pemula, dan pengusaha yang kekurangan modal tetapi memiliki semangat dan kemampuan memadai,” tuturnya.

Setelah start up teruji, lanjutnya, DSC akan memberikan pendampingan selama satu tahun yakni sebagai  bagian dari  business incubator yang kelak bisa saling share diantara mereka sekaligus mengembangkan usaha sebagai mitra kerja. (RS)

 

103
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>