Sebarkan berita ini:

22-Penodong1SEMARANG[SemarangPedia]-Dua pelaku penodongan berhasil diamankan aparat Polrestabes Semarang, setelah dihajar menjadi bulan-bulanan warga di kawasan Jalan Menteri Supeno, Kota Semarang Rabu pagi (22/6).

Kedua pemuda naas tersebut berhasil ditangkap warga setelah terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya, usai melakukan aksi pejambretan terhadap dua orang wanita yang sedang nongkrong di Taman KB kawasan Jln Menteri Supeno itu.

Pelaku yang masih di bawah umur tersebut diketahui bernama Ifan dan Erik, keduanya tidak bisa berkutik disaat warga yang berada di kawasan Taman KB langsung menghakiminya beramai-ramai.

Beruntung “Tim Elang“ Polrestabes Semarang yang sedang melakukan patroli rutin berhasil mengamankan kedua pemuda itu dari aksi amuk massa yang saat itu mulai memuncak karena geram dengan aksi keduannya.

Bahkan motor pelakupun nyaris dibakar massa yang sudah membuka tangki dan mengeluarkan bahan bakar motor pelaku, namun aksi ini dapat digagalkan setelah petugas mengetahui kekesalan massa.

Dihadapan polisi Ifan mengaku jika melakukan penodongan lantaran butuh biaya untuk mengambil ijasahnya yang sempat tertahan di sekolahnya.

“Saya punya tanggungan ijasah belum saya ambil, rencana mau untuk mencari pekerjaana di Yogyakarta, sementara Ibunya masih memiliki tanggungan menyekolahkan adiknya,” ujarnya.

Sementara itu, menurut pengakuan Ema korban penodongan,  dia ditodong pisau dan diminta menyerahkan barang berharga oleh Ifan, yang saat itu membawa sebilah pisau.

“Yang diminta Ifan handphone, dari belakang ada benda lancip nempel di badan, saya takut,” tuturnya.

Korbanpun langsung berteriak minta tolong ketika kedua pelaku hendak kabur dengan menggunakan sepeda motor ninja bernopol K-5434-ZQ. Massa yang mengetahui aksi pelaku langsung mengepungnya hingga membuat pelaku gugup dan terjatuh dari motornya.

Selain dua pelaku, polisi juga mengamankan sepeda motor dan sebilah senjata tajam yang digunakan untuk melancarkan aksinya. Oleh petugas korban beserta dua pelaku di seret ke Mapolrestabes Semarang untuk dimintai keterangan.

Dari pengakuan pelaku, petugas tidak begitu percaya begitu saja, pasalnya dari banyak laporan yang masuk dengan cirri-ciri sama dengan kedua pelaku. Hingga kini kasus tersebut masih dalam penanganan aparat Kepolisian Kota Besar Semarang. (HN/RS)

375
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>