Sebarkan berita ini:

9-pemancingSEMARANG[SemarangPedia] –  Dua warga yang nyaris hanyut terseret derasnya air di Pleret Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang,  dan terjebak di pulai buatan berhasil diselamatkan Tim SAR yang dengan cepat segera tiba di lokasi, Rabu malam. (9/11)

Kedua warga itu diketahui bernama Riyadi dan Sulis Pambudi, warga Banyumanik yang terjebak di tengah arus derasnya BKB, beruntung mereka berlindung di atas tanah gundukan pemecah arus sungai itu.

Mereka semula berniat mememancing ikan saat arus masih kecil sehingga mereka mudah menyeberang ke tengah dan menempati gundukan tanah atau pulau buatan itu. Namun, sekitar pukul 18.00 WIB mendadak arus air menjadi sangat deras dan membesar hingga kedua warga itu tidak bisa kembali menyeberang.

Riyadi dan Sulis Pambudi  kedua warga Banyumanik itu memilih menunggu air surut hingga malam hari mereka tampak menggigil kedinginan sambil menunggu pertolongan.

Warga yang melihat keduanya terjebak lantas menghubungi petugas. Puluhan Tim SAR Gabungan pun turun berupaya menyelamatkan keduanya.

Basuki Anggota Basarnas mengatakan Basarnas langsung terjun kelokasi kejadian dan melakukan evakuasi setelah mendapatkan informasi dari BPBD Kota Semarang, kondisi arus sungai cukup deras, kedua pemancing sempat ragu dengan arahan yang tim SAR dengan kesigapan tim SAR  dalam memberikan arahan kedua pemancing berhasil diselamatkan.

9-pemancing1“Untuk mengevakuasi kedua pemancing tersebut,  anggota Basarnas Kota Semarang mempersiapkan tali serta jaket pelampung agar kedua korban tidak terseret arus,” ujarnya.

Tim  SAR, lanjutnya, berusaha menyelamatkan satu per satu dan Sulis menggunakan jaket penyelamatan dan terikat tali diminta menjauh sekitar 10 meter, kemudian Tim SAR gabungan memegang tali yang terhubung badan Sulis. Setelah ada aba-aba dari petugas, Sulis lantas melompat, kemudian petugas menarik tali sekuat tenaga dan berhasil membawa tubuh Sulis ke pinggir.

Penyelematan kedua dilakukan pada Riyadi, proses penyelamatan serupa dengan penyelamatan Sulis. Korban pun melompat dan berhasil ditarik ke pinggir.

Petugas mengikatkan simpul delapan ke tubuh mereka dengan menggunakan dua tali sebagai upaya untuk menantisipasi jika tali pertama lepas.

 

Basuki menuturkan petugas Tim SAR  dalam penyelematan itu dilakukan dengan cermat dan hati-hati, mengingat air begitu deras hingga memungkinkan dapat memutuskan tali ikatan tersebut. (HN/RS)

 

133
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>