Sebarkan berita ini:

3-batik-panjangSEMARANG[SemarangPedia] – Pengrajin batik Semarang akan menggelar aski keterampilannya dengan kreasi membatik di atas kain sepanjang 33 meter, yang diwarnai motif destinasi wisata dan icon Semarang, sebagai upaya untuk memperkenalkan batik Semarangan di mata dunia.

Eko Hariyanto, pengrajin batik dari Kampung Batik Gedong, Rejomulyo, Semarang Timur, melakukan proses kreatif batik itu, untuk memperkenalkan batik Semarangan agar bisa lebih dikenal di kalangan masyarakat pecinta batik.

Pemilik gerai batik “Cinta Batik Semarang” itu menuturkan kegiatan tersebut juga dilakukan dalam rangka memeringati Hari Batik Nasional yang jatuh pada Minggu (2/9).

Selain itu,  dia akan tampil membuat batik tulis dengan menggunakan teknik mencanting terpanjang di Jawa Tengah, sekaligus untuk pembuktian kalau pengrajin batik di wilayah Semarang masih cukup banyak dan masih terus berkarya serta berkembang.

“Kreativitas ini untuk membuktikan dari beberapa pengrajin batik di kota lain yang mengatakan bahwa batik Semarang mati suri, bisa pupus dan menujukkan batik Semarangan tetap akan bangkit dan berupaya untuk dapat dikenal dunia,” ujarnya.

Eko menuturkan sengaja membeli satu gulung kain primisima tanpa dipotong pada lima tahun lalu dan direncanakan dengan dibantu Iin istrinya digunakan untuk kreativitas membatik dengan teknik mencanting hingga batik tulis dapat dikerjakan hingga rampung dengan  baik.

“Saat ini memasuki tahap ngelorot menghilangkan bahan baku malam yang digunakan untuk membatik tulis, dalam artian batik memasuki tahap finishing,” tuturnya.

Proses ini merupakan ritual atau langkah paten yang dilakukan dalam batik tulis atau cap dan  beberap motif yang digunakan dalam batik tersebut, ada sekitar 30 motif  dan akan menonjolkan ciri khas icon dari Kota Semarang.

Ikon Kota Semarang yang akan ditampilkan dalam tulisan batik terpanjang itu meliputi Kampung Gang Lombok, Taman Lele, Lawang Sewu, Jembatan Berok, Kapal Cheng Ho, Kota Lama dan lainnya.

“Boleh jadi, batik ini kami beri nama batik ‘Jagad Semarangan’,” ujarnya.

Sebelumnya dia juga sudah pernah membatik di atas kain sepanjang 33 meter pada tahun lalau. Namun, saat itu tema yang dipilih sejarah terciptanya nama Kota Semarang dan diberi judul ‘Asem Arang’.

Ikut berpartisi menyambut Hari Batik Nasional ini pria itu akan menunjukkan kreasinya membatik di atas kain sepanjang 33 meter dan diharapkan batik akan selalu menjadi bagian dari kehidupan bangsa di negeri ini, sekaligus ikut melestarikan dan menjaga pengakuan dunia.

 

151
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>