Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Empat kreditur konkuren mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga Semarang untuk membatalkan penjualan aset 72 merek Nyonya Meneer senilai Rp10,25 miliar yang dilakukan oleh satu kurator.

Keempat kreditur konkuren yang diwakili advokat, Okky Wicaksana telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga Semarang agar penjualan brand perusahaan jamu itu dibatalkan.

“Pengajuan gugatan itu juga karena kreditur ada yang keberatan dengan penjualan merek yang kami rasa terlalu murah karena sertifikat belum diperpanjang,” ujar Okky, Selasa (25/6).

Menurutnya, gugatan itu diajukan pada kurator yang menjual merek dagang Nyonya Meneer itu, karena dianggap kurator tergesa-gesa menjualnya. Apalagi penjualan brand dilakukan tanpa sertifikasi yang diperpanjang.

Bahkan, lanjutnya, kreditur mempertanyakan appraisal yang dilakukan dengan brand serta sertifikasi merek sudah kadaluarsa.

“Ibarat rumah yang HGBnya habis, tentu harganya anjlok, turun. Mengapa tidak menunggu sebentar hingga sertifikat diperpanjang, toh sedang diurus kan?,” tuturnya.

Nilai penjualan itu, tutur Okky, terlalu jauh dari jumlah utang yang dimiliki Nyonya Meneer.

“Kami ingin mengingatkan bahwa ada kreditur yang tidak puas,” ujarnya.

Kurator Wahyu Hidayat saat dihubungi belum bersedia komentar dan tidak membalas pesan singkat dan telepon dari awak media. (RS)

94
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>