Sebarkan berita ini:

Processed with VSCO

Semarang [SemarangPedia] – Siapa yang tidak suka dengan es? Makan ringan satu ini memang sangat digemari oleh semua kalangan. Rasa manis dan tekstur yang lembut, memang cocok disantap kapanpun. Nah, di Semarang terdapat salah satu kedai yang menyajikan kudapan es puter tradisional yang melegenda, pokoknya wajib anda coba !

Kedai yang terdapat di Kawasan Simpang Lima, tepatnya berada di Jalan KH. Ahmad Dahlan depan Cafe River View menuju ke RS Tlogorejo, diberi nama Es Puter Conglik. Kedai sederhana ini menawarkan citarasa es puter tanpa bahan pengawet dengan aroma buah asli yang ada dalam esnya.

Asal muasal pemberian nama Cong Lik sendiri memang unik. Nama tersebut merupakan pemberian dari orang Tionghoa. Konon orang Tionghoa saat itu menyebut anak –anak yang gesit dan pekerja keras sebagai Conglik (Kacung Cilik), salah satunya Ayah dari Imam Suwarto. Dari situlah sebutan tersebut kemudian menginspirasi Ayah dari Imam Suwarto, untuk memberi nama jualannya dengan Cong Lik.

Dia pun menambahkan, membuka kedai es puter sendiri dilandasi kemampuan mengolah es yang didapatkan oleh Ayahnya ketika menjadi pekerja di Hotel Jansen Semarang sebagai pengolah es kala itu. Dari situ kemampuan ayahnya diwariskan ke keturunannya salah satunya Imam Suwarto sampai saat ini.

Yang istimewa dari es puter ini adalah pembuatan esnya yang masih tradisional, yakni menggunakan alat pemutar manual. Selain itu rasa buah di esnya pun menyatu, diimbangi pula dengan aroma wangi dan butiran esnya yang lembut.

Ada 4 varian rasa yang ditawarkan Es Puter Conglik yakni durian, kelapa muda, leci/jeruk, dan alpukat. Selain itu es puter ini dilengkapi juga dengan aneka topping berupa sagu (mutiara), agar-agar jelly, serutan kelapa muda, dan buah durian yang bisa anda kombinasikan sesuai selera.

“Mau kombinasi rasa seperti apa? Kombinasi dua rasa, tiga rasam atau komplet pun juga bisa,” tutur Ibu Kus, pegawai Es Puter Cong Lik, ketika melayani pembeli.
Untuk menikmatinya, satu scoop es puter rasa apa saja dihargai Rp 15.000. Sedangkan yang mengiginkan durian sebagai topping di es, dijual seharga Rp. 20.000

Lapak yang buka setiap hari pukul 18.00 sampai 24.00 itu hampir selalu didatangi pengunjung yang ingin menikmati es buatan Imam Suwarto. Pengunjung yang datang tidak hanya dari masyarakat umum, namun kalangan pegawai, pejabat bahkan artis pun pernah mencicipi Es Puter Conglik.

Kedai es yang sudah berjalan turun temurun selama kurang lebih 35 tahun ini, tidak hanya menerima pesanan dari Semarang, Imam juga menerima dan melayani pesanan yang datang dari luar kota. Dia pun menambahkan kedepanya akan membuka kedai es puter baru di kawasan Jalan Gajah Mada.

“Selain disini (Jalan KH. Ahmad Dahlan) dan di pusat jajanan Pasar Semawis, kedepan saya juga merencanakan untuk membuka cabang ketiga di Jalan Gajah Mada Semarang”, imbuhnya.

Nah, bagi penikmat dan pencinta es belum afdol rasanya jika tidak menyempatkan singgah di lapak Es Puter Cong Lik. Rasa, aroma dan kelembutan esnya dijamin ketagihan.(Ari)

341
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>