Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang memastikan kawasan wisata Kota Lama bakal semakin hidup dengan digelarnya festival Oudestadt pada 28 Oktober mendatang.

Ketua BPK2L Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakn festival yang digelar selama tiga hari mulai Jumat hingga Minggu itu,  bakal meriah dan diselenggarakan reguler rutin tiap akhir pekan khususnya yang berlokasi di Jalan Jalak, Jalan Sendowo dan Jalan Kepodang Kota Lama.

“Festival Oudestadt diseeanggarakan bekerja sama dengan Kadin Kota Semarang yang akan mengusung konsep out door bernuansa Eropa layaknya Kota Lama tempo dulu,” ujar Ita panggilan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Menurutnya, penyelengaraan festival itu, akan dirancang dengan tema-tema yang berbeda, seperti pameran automotif, musik, dan sebagainya, agar perekonomian di kawasan Kota Lama semakin bergeliat.

Namun, dia mengingatkan penyelenggaraan festival tersebut hanya berlangsung pada malam hari, sebagaimana Wisata Kuliner Semawis yang berlangsung setiap akhir pekan di kawasan Pecinan, Semarang.

Bahkan Oudestadt, lanjutnya, akan diberi fasilitas meja dan kursi untuk penikmat kuliner yang tertata layaknya kafe jalanan di Eropa, sehingga bagi peserta stand akan dibelakukan seleksi untuk menjaga suasana tampak bersih dan rapi.

“Semua stand kuliner harus bersifat kemasan makanan sekali buang, tidak meninggalkan piring gelas untuk dicuci kembali, meski hanya disediakan tempat cuci untuk pembersiah tangan saja,”” tuturnya.

Dia menuturkan di kawasan itu harus bisa terkesan tidak kumuh dan kotor, agar mampu membuat nyaman bagi pengunjung yang datang ke Kota Lama.

Sementara, Ketua Bidang Event Kadin Kota Semarang, Sari Asih mengatakan Oudestadt ke depan akan menjadi ikon yang mampu menarik banyak wisatawan datang ke Kota Lama.

“Kota Lama ke depan tidak kalah menarik dengan kota sejarah lainnya, BPK2L dan Pemkot Semarang memiliki ambisi besar membangun Kota Lama. Kita dukung dengan menggelar berbagai event untuk menghidupkan wisata Kota lama itu,” ujarnya.

Dengan konsep out door dan manequin life di Oudestadt. Dia menambahkan diharapkan akan memberikan edukasi sejarah terkait Kota Lama sehingga wisatawanidak hanya   sekadar berkunjung, namun memilki experience yang membekas dan tak terlupakan hingga Kota Lama teresan bagi mereka. (RS)

39
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>