Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –Buku ilmiah adalah hasil olah pikir dari para penulis, dituangkan dalam bentuk karya tulisan hingga terwujud dalam bacaan yang menumbuhkan ide dan pengetahuan

Nugroho Perwakilan Kepala Dinas Arsip Dan Pepustakaan Kota Semarang mengatakan  dengan membaca buku segala sumber pengetahuan yang ada di belahan dunia bisa didapatakan dan diketahui secara menyeluruh.

“Mendekatkan buku ke masyarakat adalah cara terbaik agar minat baca masyarakat dan khususnya anak semakin meningkat,” ujarnya saat membuka Festival Semarang Sejuta Buku 2017, di Gedung Wanita Jalan Sriwijaya. Rabu (5/4)

Menurutnya, menumbuhkan minat membaca kepada masyarakakat dan anak tidak bisa dilakukan secara instan. Butuh waktu yang berjenjang agar masyarakat sadar bahwa buku adalah jendela dunia.

“Sebagian masyarakat belum semua sadar akan menjadikan perpustakaan sebagai tempat mencari referensi ilmu maupun menumbuhkan ide kreatif,” tuturnya.

Dengan demikian, lanjutnya, melalu event yang mengangkat tema “Buku Lokomotif Ilmu” masyarakat bisa memanfaatkanya bersama  keluarga, teman dan anak untuk menemukan buku sesuai keinginan.

“Jargon Gerekan Gemar Membaca bisa menjadi momentum untuk semakin tingginya minat baca masyarakat di Kota Semarang,” ujarnya.

Festival Sejuta Buku ini merupakan event tahunan, sekaligus rangkaian menyambut ulang tahun Kota Semarang Ke 470.

Pada tahun ini sebanyak 400 penerbit yang terbagi menjadi 50 stand turut berpartisipasi selama tujuh hari perhelatan dari mulai 5 April 2017 hingga 11 April 2017 tentunya semua buku sangat terjangkau untuk diburu. (RS)

143
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>