Sebarkan berita ini:

1-TurkiSEMARANG[SemarangPedia] – Forum Kordinasi Pencegahan Teroris, (FKPT) Jateng tidak setuju jika sekolah semesta di Indonesia ditutup, menyusul pernyataan Kedubes Turki segera menutup sembilan sekolah semesta yang berkaitan dengan Fethullah Gullen.

Sekolah Semesta Bording School di berbagai kota di Indonesia dianggap berkaitan dengan organisasi terduga dalang kudeta Turki Fethulah Gulen ,

Ketua Forum Kordinasi Pencegahan Teroris, FKPT Jateng Najahan Musyafak mengatakan pihaknya tidak setuju jika sekolah tersebut ditutup, karena kenyataannya sekolah itu tidak ada hubungannya dengan terorisme dan sudah menyesuaikan kurikulum Indonesia.

FKPT Jateng, lanjutnya, akan berkordinasi dan melihat langsung tentang visi misi sekolah SD/ SM/ SMA Semesta Bording School di Semarang yang masuk dalam daftar sekolah yang diduga terkait Organisasi Fethulah Gulen.

Selain itu, dia menambahkan FKPT juga akan melihat kurikulum serta staf pengajar dan aktifitas siswa di dalam sekolah.

Meski dikaitkan dalam organisasi kudeta Turki, sekolah semesta tidak serta merta langsung ditutup.

Najahan Musyafak menuturkan pihaknya menolak keras jika pemerintah menutup tanpa ada kordinasi dan penyelidikan dengan sekolah semesta, mengingat sekolah semesta belum terindikasi terkait jaringan terorisme.

“Tentunya kita harus menanggapinya secara bijak terkait informasi ini, kasihan masyarakat, khususnya orangtua siswa menjadi resah, selain juga akan berdampak buruk bagi perkembangan siswa,” ujarnya, Senin. (1/8)

Menurutnya, seharusnya ada klarifikasi dari pihak berkepentingan  apakah benar, sekolah ini telah terindikasi sebagaimana yang telah di informasikan itu.

Semesta Bilingual Boarding School (SBBS) Semarang termasuk salah satu dari sembilan sekolah yang disebut dalam pernyataan Kedubes Turki melalui situs resmi www.jakarta.emb.mfa.gov.tr, pada Kamis (28/7) , terkait dengan Fethullah Gullen yang menyokong kudeta Turki beberapa waktu lalu.

Pemerintah Turki meminta pemerintah Indonesia menutup sekolah-sekolah yang dinilai berkaitan dengan organisasi di Turki yang dianggap sebagai kelompok teroris.

Kesembilan sekolah itu terdiri Pribadi Bilingual Boarding School di Depok, Pribadi Bilingual Boarding School di Bandung, Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School di Tangerang Selatan, Semesta Bilingual Boarding School di Semarang, Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School di Yogyakarta, Sragen Bilingual Boarding School di Sragen, Fatih Boy’s School dan Fatih Girl’s School di Aceh, Banua Bilingual Boarding School di Kalimantan Selatan. (Hn/RS)

175
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>