Sebarkan berita ini:
Drs KH Taslim Syahlan MSi Ketua FKUB Jateng

SEMARANG[SemarangPedia] – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jateng mendapat undangan kehormatan untuk mengikuti Konferensi Internasional Kohesi Sosial di Singapura selama tiga hari mulai Rabu hingga Jum’at ( 19-21/6) mendatang.

Ketua FKUB Jateng KH Taslim Syahlan MSi mengatakan konferensi itu diselenggarakan Rajaratnam School of Internasional Studies(RSIS)  of The Nanyang Technological University(NTU) Singapura selama tiga hari.

“Kami diundang bersama Ketua FKUB Provinsi Bali dan Sumatera Utara. Konferensi internasional bertajuk Internasional Conference on  Cohesive Societies (ICCS) ini akan dilaksanakan di The Raffles City Convention Centre Singapura,” ujar kyai Taslim di Semarang, Jum’at (14/6).

Menurutnya, sesuai dengan jadwal konferensi, agenda ini akan dibuka secara resmi oleh Presiden Singapura Madam Halimah Yacob dengan agenda awal mengikuti pidato kunci atau Keynote speech yang akan disampaikan raja Yordania, King Abdullah II .

Forum konferensi Internasional ini, lanjutnya, bermaksud mengajak para pemimpin dunia, para penentu kebijakan dan juga para praktisi untuk mereformulasikan pemikiran tentang pentingnya memperkokoh hidup bersama yang harmonis.

Keharmonisan itu, tutur Taslim, akan dijadikan pegangan bersama dalam menghadapi problem masyarakat dunia yang sedang  nenghadapi ancaman fragmentasi/perpecahan dunia yang semakin massif sebagai akibat mewabahnya gerakan intoleransi akhir -akhir ini.

Dia menambahkan selain problem itu masyarakat dunia juga sedang menghadapi problem  merebaknya gerakan ektrimis yang paga gilirannya akan  memicu ketidakharmonisan dunia.

Konferensi internasional ini sudah mengagendakan formula problematika melalui beberapa pertanyaan kunci, pertama,  bagaimana peran/pengaruh keyakinan sebagai faktor yang mampu mejadi faktor bagi masyarakat dunia dalam membangun harmoni kehidupan sosial hari ini?.

Kedua, apakah identitas mampu mejadi garansi utk membangun kehidupan yang harmonis berkelanjutan? dan ketiga bagaimana kita harus mempromosikan kohesi sosial dan solidaritas dalam komunitas masyarakat dunia yang beragam?.

“Pada forum ini nanti akan kami pamerkan dan sampaikan potret kerukunan dan persaudaraan yang berhasil diciptakan bangsa Indonesia ditengah keragaman dan kemajemukan,” tuturnya.  SMH/RS)

4
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>