Sebarkan berita ini:

DSCF3392SEMARANG [Semarang Pedia] – Penerapan sistem belajar mengajar di sekolah hingga jam 5 sore (Full Day School) perlu adanya uji coba untuk mengetahui kesiapan pihak sekolah.

Hal tersebut disampaikan pengamat pendidikan dari Universitas PGRI (UPGRIS) Semarang, DR.Sudarto, menyambut baik usulan tersebut. Apalagi ada manfaat secara positif bagi anak didik meski sistem tersebut juga memiliki kekurangan, maka dari itu perlu dilakukan uji coba.

“Kami sambut baik usulan Pak Menteri, pasalnya maksud dan tujuannya agar para anak didik lebih banyak waktunya di lingkungan sekolah dan para pendidik,” ujarnya saat ditemui semarangpedia.com di salah satu acara seminar di Semarang, Selasa (8/9).

Meski demikian, Sudarto menambahkan, dengan sistem Full Day School sisi positifnya akan meminimalisir penyimpangan perilaku anak didik, yang biasanya lebih dominan dipengaruhi oleh lingkungan di luar sekolah. Terlebih saat ini tidak ada jaminan peran orang tua di rumah bisa menjadi pendidik. Karena saat ini kedua orang tua sebagian besar waktunya dihabiskan di tempat bekerja.

“Kondisi ini jelas sangat berpengaruh pada waktu pertemuan orang tua dengan anak yang bisa mengakibatkan anak lebih banyak berada di luar lingkungan keluarga. Meski saya setuju, penerapan Full Day School tidak bisa dilakukan dengan serta merta atau perlu uji coba dulu untuk mengetahui efektifitas program tersebut apakah bisa di teruskan atau tidak,” katanya.

Sisi negatifnya, Sudarto yang juga menjabat Ketua Yayasan UPGRIS Semarang, menyatakan, pemerintah tidak bisa menerapkan Full Day School di seluruh sekolah karena berkaitan dengan berbagai faktor kesiapan. Disampaikannya untuk menerapkan Full Day School, sekolah harus menyiapkan sedikitnya infrastruktur sekolah, guru dan mata pelajaran yang diajarkan.

“Jangan sampai karena belum siap, sekolah memaksakan diri untuk menerapkan sehingga justru mengakibatkan hal yang tidak diinginkan, misalnya strees dan siswa terlantar,” tambahnya.

Sudarto menambahkan, dalam penerapan Full Day School, sekolah juga harus bisa memisahkan antara jam belajar sebelum jam makan siang dan sesudah makan siang. Hal ini untuk memaksimalkan penyerapan bidang studi yang diajarkan pada para siswa.

“Sebelum jam makan siang, sekolah bisa memberikan materi pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran sekolah. Usai jam makan siang, sekolah sebaiknya memberikan materi pembelajaran sesuai dengan minat anak agar perapannya efektif,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan kajian terlebih dahulu sebelum menerapkan sistem Full Day School. Dari pantuan dilapangan, pihaknya melihat sejumlah sekolah swasta sudah menerapkan sistem jam belajar siswa sampai sore. Maka dari itu bila akan diterapkan di sekolah negeri perlu dilakukan kajian.

“Perlu survey di lapangan sekaligus lakukan kajian. Sistem ini perlu kesiapan yang matang baik dari pemerintah maupun pihak sekolah,” kata wakil rakyat dari partai Gerindra.(AC)

129
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>