Sebarkan berita ini:

Ganjar1SEMARANG[SemarangPedia] – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta semua pihak menghentikan aksi saling tuding dan menyalahkan serta mulai mencari solusi terbaik untuk para siswa, menyusul terjadinya kegagalan ratusan siswa IPA SMA 3 Semarang dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Dia akan mengusulkan beberapa solusi, selain melakukan tes simulasi sistem dengan menginput ulang data dari siswa SMA 3 hingga tes itu akan diketahui berapa siswa SMA 3 yang akan lolos SNMPTN, jika tidak ada kesalahan input seperti sebelumnya.

Menurut, semua pihak bisa menghentikan saling tuding dan menyalahkan, seperti Menteri tuding kepala sekolah, kepala sekolah salahkan panitia, siswa demo.

“Sudahlah hentikan, tidak produktif yang gitu-gitu. Sudah bener itu tim pencari fakta, saya setuju. Yang lain tidak perlu komentar aneh-aneh lagi,” ujarnya di Rumah Dinas Gubernur, Puri Gedeh, Jalan Gubernur Budiono, Semarang, Jumat (13/5).‎

Setelah diketahui jumlahnya, kemudian diusahakan penambahan kuota SNMPTN diharapkan panitia SNMPTN dan perguruan tinggi bersedia memahami kasus SMA 3 sebagai sebuah kecelakaan yang membutuhkan penanganan khusus.

Dengan menambah kuota, dia menambahkan akan menyelamatkan hak siswa dalam memperoleh perlakuan yang adil dalam pendidikannya.

“Seluruh universitas negeri, misal Undip bisa nambah berapa, UGM berapa, dan seterusnya. Dengan penambahan kuota kan tidak ngutik-utik siswa lain yang sudah lolos,” tuturnya.

Denghan demikian, dia menambahkan semua pihak menahan diri, lebih menunggu hasil pekerjaan tim pencari fakta. Jika tim menemukan bukti pihak sekolah yang bersalah, maka kepala sekolah harus bertanggung jawab.

“Kepala sekolah ya mundur dong sebagai wujud tangung jawab. Kalau benar-benar salah lho ya. Kalau tidak ya jangan,” ujar ganjar.

Ganjar menuturkan kepada para siswa untuk tidak menganggap kegagalan SNMPTN sebagai bencana yang akan menghapus cerahnya masa depan. Siswa harus yakin kalau mereka betul-betul pintar dan punya kemampuan tinggi, masa depan yang gemilang akan dapat diraih.

Dia mengatakan dengan kejadian kasus sistem SNMPTN, Kementerian Pendidikan setidaknya dapat mengevaluasi menyeluruh. Sistem harus benar clear dan sumber daya manusia yang mengawal SNMPTN ditingkatkan, sehingga kejadian SMAN 3 Semarang tidak terulang lagi baik pada sekolah lain.

56
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>