Sebarkan berita ini:

KLATEN[SemarangPedia] – Suasana ceria dan meriah begitu terlihat dari puluhan anak-anak di Desa Dolanan Sidowayah Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten, Jumat (18/10).

Mereka begitu antusias berebut untuk memainkan aneka dolanan tradisional seperti balap karung, engklek, tarik tambang, bakiak dan sebagainya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengunjungi lokasi itu juga larut dalam kebahagiaan. Seperti terkenang pada masa kecilnya, bahkan begitu semangat menyoraki anak-anak yang sedang bermain permainan tradisional itu.

Tak hanya melihat, Ganjar juga mengajak anak-anak itu untuk lomba tarik tambang bersama. Timnya yang berisi anak laki-laki melawan tim Bupati Klaten, Sri Mulyani dari perwakilan anak-anak perempuan.

Saat lomba berlangsung, keusilan pun muncul. Alih-alih membantu timnya menang, Ganjar justru berbalik arah dan membantu tim Bupati Klaten. Hasilnya, tim anak perempuan yang memenangkan pertandingan itu.

“Wah, lha kono wong gedhene ono loro (wah, lha disana orang besarnya ada dua), yo mesti kalah (ya mesti kita kalah),” celetuk salah satu tim Ganjar disambut tawa semua peserta.

Ganjar mengatakan sangat bahagia melihat keceriaan anak-anak tersebut. Saat di tempat lain ada banyak anak-anak masuk rumah sakit jiwa karena kecanduan gadget, di Klaten ia menemukan anak-anak yang masih bermain permainan tradisional.

“Saya senang sekali, anak-anak ini masih bermain tarik tambang, engklek, balap karung, teklek racing dan permainan lain. Mereka bersentuhan, ada perasaan dan emosi yang tercurah, jatuh bareng, tertawa bareng, nangis bareng. Sebagai manusia, mereka saling bertemu dan berbahagia,” tuturnya.

Di tengah dunia yang mengintimidasi melalui permainan gadget, lanjutnya, di Sidowayah Klaten masih banyak anak-anak yang bermain permainan tradisional. Dengan permainan tradisional itu, anak-anak akan hidup sebagai manusia sempurna.

“Selain menyehatkan, anak-anak akan memiliki memory yang tak terlupakan sampai tua nanti. Ini keren. Mari kita kurangi gadget pada anak-anak dan mengajak mereka bermain bersama seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu fasilitator Desa Dolanan Sidowayah, Marno menuturkan kampung dolanan tersebut dibuat sejak 2017 lalu. Dalam kampung tersebut, terdapat berbagai jenis permainan anak tradisional, seperti engklek, gobak sodor, egrang, teklek, balap karung dan mainan lainnya.

“Tujuan kita supaya anak-anak tidak tergantung pada gadget. Ketergantungan gadget sangat membahayakan, khususnya pada kesehatan dan pola pikir anak-anak. Dengan mengembalikan permainan tradisional ini, maka anak dapat bermain dengan ceria, berkumpul, sehat dan lebih bermanfaat,” tuturnya. (RS)

10
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>