Sebarkan berita ini:

JEPARA[SemarangPedia] –  Gubernur Jateng Ganjar Prabowo menginstruksikan semua Camat bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya bertanggungjawab melakukan kebersihan lingkungannnya, sebagai upaya untuk penanggulangan sampah yang kini mencapai 15.000 ton sampah per hari  di Jateng.

Menurutnya, persoalan sampah harus dibersihkan secara bersama semua lapisan, tidak terkecuali para ASN agar melakukan bersih-bersih lingkungan kantor selepas senam bersama.

“Setiap Jum’at yang merupakan hari krida, sebelumnya dimanfaatkan para ASN untuk olahraga, mulai saat ini disertai melaksanakan kebersihan bersama di lingkungannnya. Ini perintah Gubernur,” ujarnya saat membuka peringatan Hari Lingkungan Hidup, di Pantai Bandengan, Kabupaten Jepara, Kamis (9/8).

Bukan hanya kantor, lanjutnya, pada Jumat mendatang yang jatuh pada (17/8) diusulkan para ASN memiliki jadwal membersihkan terminal, pasar, sungai dan ruang publik lainnya.

“Ini ide yang saya inginkan agar ke depan Jawa Tengah bisa terlaksana hingga diharapkan semua daerah di provin sini menjadi bersih dan semua linkungan sama-sama nyaman,” tuturnya.

Keinginan itu, dia menambahkann dengan keterlibatan semua pihak dalam penanganan  sampah, diharapkan volume sampah dapat semakin ditekan, mengingat sampai saat ini setiap harinya mencapai 15.000 ton sampah terdapat di Jateng.

Dari jumlah sebanyak itu, tercatat 63% di antaranya merupakan sampah organik, 36% nonorganik dan sisanya 0,29% sampah jenis bahan berbahaya dan beracun (B3).

Prosentase sampah organik tersebut, tutur Ganjar,  cukup untuk membuat tenaga listrik berbahan bakar sampah.

“Namun, bagaimana cara mengumpulkan jadi satu power plan berbasis sampah? Semarang pernah membuatnya, ahan baku masih kurang. Suplai sampah di wilayahn itu tidak mencukupi, hingga harus wilayahnya diperuas menjadi Semarang Raya dan sekitarnya,” ujarnya.

Ganjar mengatakan wilayah Semarang Raya di antaranya Salatiga, Ungaran, Demak dan Kendal, jika sampah dikumpulkan bisa membuat energi listrik terbarukan , seperti yang dilakukan di negara Jerman dan Singapura.

Dia mengharapkan para ASN dapat ikut mengurangi penggunaan plastik, termasuk penggunaan botol plastik dalam setiap acara. (RS)

7
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>