Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap semakin banyak penyintas Covid-19 yang sembuh untuk mau mendonorkan plasma konvalesen untuk membantu pasien lain yang sedang berjuang sembuh dari Covid-19.

“Dokter Hadi itu dokter yang cukup aktif. Dia yang membuat alat UV yang waktu itu saya diminta untuk pakai. Beliau sudah cerita sejak awal bagaimana kita harus menyikapi. Nah ternyata dia positif dan membuka diri,” ujar Ganjar, usai mendapatkan pesan dari salah satu teman gowesnya, dr Khoirul Hadi SpKK, yang saat ini terbaring di ICU RSUD dr Moewardi Solo lantaran positif Covid-19, Jumat (4/12).

Ganjar mengetakan dr Hadi mengirimkan sebuah video untuk disampaikan kepada publik. Video tersebut kemudian diunggah oleh Ganjar di akun media sosialnya. Dalam video tersebut dr Hadi menjelaskan bagaimana kondisinya saat masuk ke ruang ICU sampai kondisi terkini setelah menerima dua kali donor plasma konvalesen.

“Kemarin cerita sudah disuntikkan plasma konvaselen itu dan merasa baik maka dia mengirim videonya untuk disampaikan ke publik. Minta ke saya agar ajak orang untuk berdonor. Saya kira ide itu bagus maka saya unggah dan jadi ramai,” tutur Ganjar mengenai pesan dari dokter Hadi.

Setelah video itu diunggah, Ganjar mendapatkan banyak komentar positif dari warganet. Bahkan ada yang mengaku sebagai salah seorang penyintas dan ingin menyumbangkan darah untuk diambil plasma konvaselenya.

“Tadi ada yang bilang pernah positif (Covid-19) dan mau mendonorkan. Posisinya tidak di Jateng, di luar Jateng sepertinya. Kalau serius nanti akan disiapkan dan kami juga ajak komunikasi untuk menyiapkan semuanya. Kalau itu bisa berjalan akan menjadi cukup bagus,”m ujarnya.

Menurutnya, donor plasma konvaselen ini sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu bahkan sudah banyak juga penyintas Covid-19 yang donor. Berdasarkan informasi yang diperoleh donor plasma konvaselen itu menurut dokter bagus dan lebih mudah. Tetapi memang diperlukan banyak darah untuk diambil plasma konvaselen dan kemudian disuntikkan kepada pasien yang positif Covid-19.

“Kalau kita lihat mereka yang kena dan sembuh kan banyak. Ada guyonan teman-teman itu membuat forum alumni seperti para dokter di RSUP Dr Kariadi dulu yang sembuh di awal terus membuat forum diskusi dan sering berkomunikasi dan berbagi cerita untuk bisa mendonorkan. Beberapa dari mereka sudah mencoba,” tutur Ganjar.

Ternyata, lanjutnya, kuantitas sangat dibutuhkan yang banyak maka dengan banyak yang sembuh maka diharapkan publik dapat membantu untuk donor plasma darah itu. (RS)

9
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>