Sebarkan berita ini:

DEMAK[SemarangPedia] – Sebanyak 20 warga masih bertahan di tiga tenda pengungsian sejak banjir menerjang Desa Trimulyo, Guntur Demak akibat tanggul sungai Tuntang jebol pekan lalu.

Warga sebanyak itu dalam lima hari terakhir masih bertahan di tenda pengungsian, setelah rumahnya diterjang banjir pada Rabu (8/1) malam. Bahkan mereka dikunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (13/1).

Tenda-tenda pengungsian tersebut berjarak 100 meter dari tanggul sungai yang jebol, dan jadi salah satu dari sekian tempat pengungsian banjir selain kantor kepala desa, kantor kecamatan dan beberapa rumah warga.

Ganjar yang mengecek pengerjaan tanggul sungai Tuntang itu, langsung masuk tenda pengungsian dan disalami ibu-ibu warga pengungsi.

“Beberapa waktu lalu semua warga yang dekat jebolnya tanggul mengungsi di sejumlah tenda. Banyak pak yang mengungsi. Baik di rumah tetangga yang lebih tinggi, ke kantor pak lurah dan kecamatan. Kami nyari tempat yang lebih tinggi karena banjir malam pertama mencapai setinggi perut,” ujar Sokhifatun salah satu warga Desa Trimulyo terdampak banjir, Senin (13/1).

Sokhifatun tinggal di tenda biru itu bersama suami, anak dan cucu-cucunya. Menurutnya, banjir yang menerjang desanya tersebut merupakan yang terparah kedua setelah tragedi banjir pada 1993 dengan penyebab yang sama, yakni tanggul Sungai Tuntang jebol.

“Hari ini sudah surut. Itu tanggul hampir selesai meski yang satu belum digarap. Kalau kondisi saya ya, susah air bersih pak. Jadi susah mandi dan buang air besar. Kalau makan sudah, alhamdulilah dari dapur umum ngirimi terus. Ini tadi sama oseng tempe dan gereh,” tuturnya.

Sementara itu,Ganjar mengatakan kalau warga merasakan sakit atau apa langsung lapor  Lurah biar langsung bisa ditangani cepat.

Saat ini sebagian warga yang mengungsi telah berangsur pulang ke rumah untuk membersihkan kediaman masing-masing.

Menurut Ganjar, di posko pengungsian saat ini hanya menyisakan473 jiwa.

“Sekarang mereka gotong royong saling membantu membersihkan rumah. Ada beberapa kemungkinan penyakit, tapi tim kesehatan Pemkab dan dibackup Pemprov selalu standby,” ujarnya.

Dia menutukan sementara untuk keberadaan air bersih, telah melakukan droping air bersih di beberapa titik khususnya di posko pengungsian. Selain itu juga ada support toilet mobile. Sedangkan untuk logistik sampai saat ini masih terus tercover.

“Yang susah saat ini kan memang itu. Untuk logistik aman, kalau kurang siap kita drop lagi,” tuturnya. (RS)

11
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>