Sebarkan berita ini:

13-e-ktpSEMARANG[SemarangPedia.com]-Pemerintah Kabupaten/Kota diminta untuk mengoptimalkan perekaman data E-KTP, mengingat masih sekitar 1,7 juta warga di Jawa Tengah atau  5,02% warga wajib KTP belum melakukan perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan Pemkab/Pemkot melakukan beragam inovasi, untuk mendorong masyarakat agar segera melakukan perekaman data E-KTP.

Langkah itu, lanjutnya,  perlu menjadi perhatian serius bagi pemkab/kota, mengingat warga Jawa Tengah masih banyak yang belum melakukan perekaman data.

“Petugas di kecamatan, kelurahan, RW, hingga RT diharapkan bisa membantu mendata agar lebih cepat. Ilmu ngopyak-ngopyak-nya bisa lewat wara-wara, jemput bola, mobil keliling, membuat layanan di beberapa tempat,” ujarnya, di Rumah Dinas Gubernur Puri Gedeh, Semarang, Selasa. (13/9)

Menurutnya, untuk memberikan layanan optimal, sejumlah kabupaten/kota telah memiliki mobil keliling sebagai sarana perekaman data KTP eletronik. Sejumlah daerah tersebut di antaranya Kota Semarang, Solo, Kabupaten Jepara, Purworejo, Batang, Boyolali, Banyumas, Karanganyar dan Kebumen.

“Daerah tersebut telah membantu mengejar target perekaman, terutama warga yang berada di pelosok desa, daerah yang jauh dari pusat pemerintahan Kecamatan atau sulit terjangkau, sehingga dengan adanya mobil keliling tersebut mendorong sekaligus mempermudah warga melakukan perekaman data,” tuturnya.

Namun demikian, gubernur tidak menganjurkan pengadaan mobil keliling bagi daerah yang belum memiliki armada tersebut. Pasalnya, masih banyak strategi yang bisa dilakukan, di antaranya bekerja sama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait menggunakan lembaga-lembaga yang ada, serta merekrut tenaga harian lepas.

“Pemda bisa melakukan beragam inovasi tetapi tidak harus bentuknya mobil keliling. Yang penting greget niatnya ada, karena banyak cara untuk mendorong warga. Bisa pula menggunakan alat yang portable sehingga bisa diangkat-angkat ke daerah-daerah atau lainnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, perekaman data E-KTP di Jawa Tengah belum sesuai target akibat terkendala sejumlah persoalan di antaranya warga yang bersangkutan berada di luar kota atau luar negeri, warga sibuk, warga sedang sakit atau bahkan tidak tahu adanya program E-KTP.

Kendala lainnya terkait keterlambatan persediaan blanko di tingkat kecamatan, keterbatasan sumber daya manusia terutama ketika antrean perekaman data membludak petugas menjadi kewalahan dalam pelayanan. (RS)

211
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>