Sebarkan berita ini:

26-PADSEMARANG[SemarangPedia] – Pemprov Jateng meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk terus berupaya meningkatkan kinerjanya agar mampu memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2016, setelah sebelumnya pembukuan di semester pertama tahun ini gagal mencapai target.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan jika SKPD menemui kendala dalam upaya memenuhi target PAD, harus segera melapor dan mengkoordinasikan dengan pihak terkait agar permasa;ahan bisa di atasi bersama.

Menurutnya, penyelesaian permasalahan secara cepat dan tepat sangat diperlukan, sehingga kendala yang dirasa dapat memengaruhi perolehan PAD dapat diselesaikan dengan baik dalam menjalankan program di tengah rasionalisasi anggaran.

“Meski ada rasionalisasi anggaran, diharapkan tidak memengaruhi pelayanan kepada masyarakat. Program-program yang sifatnya untuk kebutuhan internal ya dikurangi, Namun untuk layanan masyarakat lebih ditingkatkan,” ujarnya di Semarang.

Dia menuturkan pembukuan semester pertama 2016 target pendapatan sulit dicapai, akibat tidak dapat terhindarkan menyangkut situasi ekonomi global yang tidak kondusif sehingga target PAD sulit dipenuhi.

“Terlebih dengan adanya rasionalisasi anggaran yang mengharuskan seluruh SKPD memotong anggaran-anggaran yang tidak diprioritaskan,” tuturnya.

Di sisi lain, dia menambahkan pendapatan yang bersumber dari aset pemprov masih sangat sedikit karena aset pemprov banyak yang berupa tanah, sehingga sulit untuk dimaksimalkan.

Seperti diketahui, target pendapatan daerah Jateng 2016 senilai Rp 22,026 triliun, baru tercapai Rp 9,637 triliun (43,76%).

Sekda Jateng Djoko Sutrisno mengatakan faktor pertama pendapatan asli daerah (PAD) baru mencapai Rp 5,510 triliun (39,90%) dari target Rp13,810 triliun.

Dana pendapatan yang sah memperoleh Rp 29,45 miliar (47,18%) dari target 62,43 miliar. Sementara pemasukan dari dana perimbangan Rp 4,097 triliun (50,28%) dari target Rp 8,152 triliun.

PAD tidak tercapai disebabkan rendahnya pendapatan dari sektor pajak. Total pajak daerah baru tercapai 36,73% atau Rp 4,428 triliun. Rinciannya, Pajak kendaraan bermotor tercapai 43,19 persen dari target 3,7 triliun. Pajak BBNKB 37,16% dari target Rp 4 triliun. Pajak PBBKB tercapai 30,60% Rp 2,5 triliun.

Pajak air permukaan tercapai 53,26 % dari target 7,50 miliar, dan pajak rokok tercapai 31,12% dari target Rp 1,846 miliar. Pendapatan hibah terealisasi Rp 9,98 miliar (42,49%). (RS)

98
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>