Sebarkan berita ini:

IMG-20160801-WA0009 (1)SEMARANG[SemarangPedia] – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima anugerah gelar adat Sulawesi Selatan “Daeng Manaba”, serta istrinya Hj Siti Atikoh memeroleh gelar adat “Daeng Macenning”.

Penganugerahan gelar ditandai dengan penyerahan keris dari Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo kepada Gubernur Ganjar Pranowo, di gedung Gradhika Bhakti Praja, Minggu malam (31/7).

Dalam acara tersebut, selain di hadiri anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), juga dihadiri 10 raja dan permaisurinya. Mereka terdiri  Raja Gowa ke-37 diwakili oleh Karaeng Tumlalang Lolo H Andi Baso Machmud, Andi Baso Hamid, Dattu Soppeng Andi Tantu Datu Galib, Datu Suppa Andi Abdullah Bau Massepe, Karaeng Borisallo Hatta Hamzah Karaeng Gajang, Karaeng Galesong H Mallarangan Daeng Gassing, Karaeng Sanrobone Ali Mallombasing Daeng Nyengka, Karaeng Tallo H A Rauf Maro Karaeng Rewa, Karaeng Laikang Takalar H Andi Sukwansyah Karaeng Nojeng, dan Karaeng Ternate Andi Rahmar Ansaruddin.

Menurut Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, “Daeng Manaba” bukanlah sembarang gelar adat. Pasalnya, gelar tersebut hanya diberikan kepada seseorang yang perilakunya dipandang sebagai teladan bagi masyarakat di sekelilingnya.

“Penilaian terhadap Pak Ganjar sebenarnya adalah penilaian yang tidak dibuat-dibuat. Tidak sekedar simbolik,” ujarnya.

Dia menuturkan gelar adat “Daeng Macenning” yang diberikan kepada Siti Atikoh berarti tutur kata dan perilaku yang manis. Dengan disematkannya kedua gelar adat itu, Ganjar dan istri resmi menjadi warga kehormatan Sulawesi Selatan.

Ganjar Pranowo mengatakan acara festival budaya dan penganugerahan gelar adat itu merupakan bukti anak bangsa mampu memertahankan NKRI melalui tradisi.

“Sebuah kehormatan bagi saya, istri, dan keluarga menjadi saudara bagi warga Sulawesi Selatan. Ketika anak bangsa cekcok soal suku, jadul itu. Anak bangsa yang sebenarnya seperti hari ini. Anak bangsa lahir dari suku yang bermacam-macam. Relasi budaya bisa menjadi contoh kitalah yang merawat Indonesia sekarang dan seterusnya,” tuturnya. (RS)

 

 

134
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>