Sebarkan berita ini:

21-gubernur-apelSEMARANG[SemarangPedia] – Gubernur Jawa Tengah  Ganjar Pranowo siap mengembalikan insentif yang didapatkan selama satu tahun kepada negara, menyusul perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jateng 2016 yang ditargetkan terancam gagal tercapai.

“Saya ingin performance dan loyalitas kita pada negara, pemerintah provinsi, dan pengabdian terhadap masyarakat bisa terwujud, namun pencapai target PAD di provinsi ini nampaknya terancam gagal tercapai, sehingga insentif saya untuk tahun ini semua akan saya kembalikan kepada negara,” ujarnya pada apel pagi, di halaman Kantor Gubernur, Senin. (21/11)

Menurutnya, jika insentif yang telah diberikan itu masih belum mendorong, bahkan gaji selama setahun juga akan diserahkan ke negara.

“Saya akan memulai terlebih dahulu dengan perhitungan matang, jika itu masih belum mendorong, gaji saya selama setahun juga akan saya kembalikan secara bertahap dan melihat bagaimana prestasi kita bersama dalam mengejar target pendapatan PAD,” tuturenya.

Selain menyerahkan insentif selama satu tahun, lanjutnya, sebagai bagian dari tim besar Pemprov Jateng juga menyatakan siap melindungi semua aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai tekanan, termasuk tekanan politik maupun dari berbagai pihak yang mencoba menggoyang kesolidtan pemprov.

Bentuk perlindungan itu, dia menambahkan salah satunya tetap mempertahankan tambahan penghasilan pegawai (TPP) PNS di lingkungan Pemprov Jateng, menmgingat pemberian TPP selain menyejahterakan dan memotivasi PNS supaya bekerja lebih giat, juga bertujuan meningkatkan profesionalisme PNS.

“Persoalan TPP saya bertahan, karena itu adalah bagian dari kinerja yang harus saya berikan kepada PNS untuk bekerja lebih baik. Saya ingin pendapatan PNS cukup untuk menyekolahkan anak, punya rumah, punya kendaraan. Itulah mengapa TPP saya pertahankan. Tetapi tolong layani masyarakat dengan baik dan disiplin sebenar-benarnya disiplin,” paparnya.

Di sisi lain, dia mengingatkan seluruh ASN mampu melakukan revolusi mental secara nyata dan menjadi contoh disiplin yang baik bagi publik.

“Menegakkan disiplin bukan karena diawasi Satpol PP atau melihat wajah gubernur, tapi disiplin karena tanggung jawab yang melekat pada diri setiap individu,” tuturnya. (RS)

63
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>