Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Mobil produk anak bangsa Esemka setelah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini ternyata semakin mengundang minat konsumen, bahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siap memesan mobil itu dengan desain untuk jenis kendaraan angkutan sampah.

“Pabrikan auotomotif dalam negeri itu diharapkan bisa menciptakan mobil yang bisa mengangkut sampah organik dan non-organik secara terpisah di baknya,” ujar Gabjar saat menghadiri Kongres Sampah, di Kesongo Tuntang Kkabupaten Semarang, Sabtu (12/10).

Dalam kongres sampah itu, pembahasan persampahan dilakukan di 5 komisi dengan mengangkat isu yang berbeda. Setelah melakukan pembahasan komisi tersebut mengeluarkan rekomendasi sebagai landasan Gubernur Jateng untuk mengeluarkan kebijakan.

“Dalam sidang Komisi I mengeluarkan rekomendasi agar ada alat angkut yang bisa memilahkan sampah sampah basah dan kering. Karena jika masyarakat sudah melakukan pemilahan sementara ketika di alat angkut dicampur lagi ya percuma,” tutur Ganjar.

Menyikapi rekomendasi itu, dia mengharapkan ada industri yang konsisten untuk membantu gerakan penanganan sampah itu. Siapa tahu, lanjutnya, ada industri otomotif dalam negeri yang bisa mendesain dan mengeluarkan produk yang diharapkan. Bahkan menginginkan Esemka dalam mengeluarkan produk itu.

“Pak Jokowi saat meresmikan mobil Esemka mengatakan Esemka mobilm murah, saya buatkan yang desain untuk alat angkut sampah. Mana. Produk dalam negeri,” ujarnya.

Jika dari sisi fasilitas terpenuhi, dia yakin persoalan sampah di tanah air dan setidaknya Jateng akan terurai. Namun, juga berharap, selain persiapan fasilitas tersebut seluruh masyarakat sudah mulai memilah sampah dari dalam rumah.

“Bagaimana ini kita generalisasi agar kita punya sikap yang sampah terhadap sampah. Dari perilaku berhati-hati memilah sampah dari rumah sampai hilir,” tuturnya.

Menurutnya, untuk mendukung terealisasinya hal tersebut tidak akan ragu mengeluarkan kebijakan berdasar rekomendasi Sidang Komisi dalam Kongres Sampah tersebut. Kalau pun ada daerah atau bahkan desa yang telah menerapkan hal tersebut secara baik, bahkan bakal meniru.

“Siapa tahu nanti ada rekomendasi seluruh pemerintah daerah sampai desa mesti mengikuti aturan ini. Kita buat. Kalau ini sudah selesai kita urutkan, mana regulasi sampai politik anggarannya. Jika ada contoh dari masyarakat desa yang bisa memilah sampah. Nantinya bisa dijadikan acuan untuk mengeluarkan Pergub, Perda atau perdes,” ujarnya. (RS)

4
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>