Sebarkan berita ini:

11-semen-indonesiaSEMARANG[SemarangPedia] – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya siap mentaati seluruh keputusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan upaya peninjauan kembali (PK) gugatan warga Rembang terhadap PT Semen Indonesia.

“Pada prinsipnya, Pemprov Jateng akan mentaati seluruh putusan yang ada, karena itu komitmen saya dari awal. Kalau seluruh warga negara mentaati bisa tertib,” ujarnya, Selasa. (11/10)

Menurutnya, hingga saat ini pihajknya belum menerima salinan putusan MA, sehingga belum mengetahui pasti isi putusan yang memenangkan gugatan warga Rembang tersebut.

“(Salinan) putusan belum dikirim sehingga saya belum tahu isinya, kita lihat saja putusannya. Apa perintah dari putusan itu kami siap melaksanakan,” tuturnya.

Putusan MA tetanggal 5 Oktober 2016 itu, lanjutnya, tidak mempengaruhi iklim investasi di wilayah Jateng.

“Tidak (mempengaruhi), kalau dari awal sebenarnya menyiapkan dengan baik sih oke-oke saja, justru ini untuk pembelajaran siapapun,” ujarnya

Dia menuturkan untuk itu pentingnya penyusunan rencana tata ruang wilayah dalam setiap pembangunan di semua daerah.

“Yang harus hati-hati adalah bagaimana kita melakukan kontrol agar tata ruang itu benar, ada investor ingin masuk Jateng, tapi harus merubah RTRW, maka saya tidak izinkan sampai hari ini,” tuturnya.

Sementara itu, manajemen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk hingga kini masih menunggu surat resmi dari Mahkamah Agung (MA), terkait rumor beredarnya kabar kemenangan gugatan sekelompok orang yang mengatasnamakan warga Rembang untuk dilakukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap ijin lingkungan pembangunan pabrik semen di Rembang.

Sampai saat ini, selaku pihak tergugat, Semen Indonesia belum mendapatkan amar putusan resmi yang dilayangkan oleh MA kepada perusahaan.

“Saya masih belum bisa banyak komentar, karena sampai saat ini kami belum menerima amar putusan resmi dari MA, baru sekedar mendengar dari media dan melacak kabar dari website MA,”  ujar Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero).

Menurutnya, pihaknya belum memiliki pegangan untuk berkomentar, karena belum mengetahui pasti apa isi surat MA yang sebenarnya. Apalagi, gugatan dari kelompok yang mengatasnamakan warga Rembang juga bukan hanya kepada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, melainkan juga kepada Gubernur Jawa Tengah.

“Jadi, apa isi surat MA dan terkait konsekuensinya apa saja nanti, kami juga belum mengetahui. Nanti kalau sudah ada surat resmi, kami baru akan pelajari isinya yang pasti berlembar-lembar termasuk konsekuensinya apa saja,” tuturnya.

Proses pembangunan Pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang, dia menambahkan masih terus berjalan. Bahkan saat ini proses pembangunannya sudah mencapai 97%.

“Pembangunan pabrik Rembang masih jalan terus selama kami masih belum mendapat surat putusan MA dan mengetahui konsekuensi apa saja yang harus kita lakukan,” ujarnya.

Seperti diketahui, dari website resmi Mahmakah Agung, terpampang gugatan warga Rembang terkait SK Gubernur Jawa Tengah nomor 660.1/17/2012 tertanggal 7 Juni 2012, tentang Ijin Lingkungan Kegiatan Penampang dari Pembangunan Pabrik Semen PT Semen Indonesia, dikabulkan melalui upaya Peninjauan Kembali (PK). Keputusan PK tersebut tercatat pada 5 Oktober 2016. (RS)

153
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>