Sebarkan berita ini:

26-pestaSEMARANG[SemarangPedia] – Lawang Sewu memang identik dengan Semarang Tempoe Doeloe. Gedung yang menyimpan sejarah ini tidak hanya menarik sebagai destinasi  wisata di Kota Semarang.

Namun, bagi pasangan pengantin Raesar Satmika dan Yohana Vriska, gedung Lawang Sewu yang memiliki kesan mistis itu, justru digunakan untuk menggelar resepsi pesta pernikahannya, yang berlangsung, Minggu malam. (25/9)

Mengambil latar dan setting Lawang Sewu, pasangan yang berbahagia itu memadukan kemegahan gedung dengan mengambil tema pernikahan glamour yakni Great Gatsby. Konsep pernikahan outdoor tersebut, dipadukan dengan warna gold dan kristal untuk menambah kesan mewah.

Meski menggunakan latar bangunan gedung peninggalan kolonial Belanda, pasangan pengantin tidak meninggalkan prosesi acara pernikahan menggunakan adat Jawa. Hal tersebut, selaras dengan gedung Lawang Sewu yang arsitektur bangunannya sangat kuat dengan nuansa Belanda-Jawa.

Memasuki gedung tua di kawasan Tugu Muda ini, pandangan Semarang Tempo Doeloe mulai terlihat. Sejumlah lampu temaram dan rangkaian warna-warni bunga menghiasi setiap sudut gedung menyuguhkan suasana klasik nan unik, sehingga kesan mistis berubah menjadi romantis.

Menurut Raesar, konsep Semarang Tempo Doeloe di Lawang Sewu sebagai tempat resepsi sekaligus pesta sengaja dipilih, sehingga berbeda dengan pernikahan pasangan lain.

“Semarang sangat identik dengan Lawang Sewu yang memiliki arsitektur yang unik. Maka Lawang Sewu saya pilih untuk menggelar pernikahan yang kental dengan  suasana tempo dulu,” ujarnya kepada semarangpedia.com.

Pilihan gedung peninggalan kolonial Belanda itu dipilih, tutur Raesar, tidak hanya untuk momen hari bersejarah dalam hidupnya. Namun, sekaligus digunakan sebagai sarana untuk mengangkat potensi wisata Kota Semarang.

26-pesta-lawang-sewuTerlebih momen itu, dihadiri lebih dari 1.000 tamu undangan yang berasal tidak hanya dari Semarang tapi dihadiri juga beberapa undangan dari sejumlah negara tetangga.

“Terdapat beberapa teman kami undang dari Malaysia, Singapura dan negara lainnya. Dengan menggelar pernikahan di lokasi Lawang Sewu, maka mereka secara langsung mengetahui keindahan gedung Lawang Sewu saat malam hari, sehingga setelah pulang ke negaranya dapat menceritakan potensi wisata Semarang itu,” tuturnya.

Sementara, Konseptor Wedding dari Lakone Wedding Orgenaiser, Alvi Wijaya menuturkan Great Gatsby dipilih sesuai keinginan klien yang mengemas pesta dengan latar setting pada 1920-an.

“Dominan warna pada masa itu adalah warna emas dan kristal yang menunjukkan sisi glamour. Selain itu, konsep dari bangunan Lawang Sewu cukup kuat, sehingga arsitektur bangunan itu menjadi basic pernikahan yang glamour dengan sisi heritage Lawang Sewu,” ujarnya. (RS)

1.035
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>