Sebarkan berita ini:

10-demoSEMARANG[SemarangPedia] – Puluhan massa yang tergabung dalam Gema Demokrasi Semarang menggelar aksi unjukrasa di Bundaran Air Mancur Jalan Pahlawan Semarang, mereka menolak pengangkatan Alm Presiden RI Kedua Jenderal Purnawirawan Soeharto sebagai, Pahlawan, Kamis. (10/11)

Aksi itu digelar bersamaan dengan hari Pahlawan 10 November 2016, mereka menolak pengangkatan Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto, sebagai pahlawan nasional, karena dinilai banyak melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Menurut koordinator aksi unjukrasa Eti Oktaviani, pihaknya keberatan atas rencana pemerintah pusat yang akan memberikan gelar pahlawan nasional kepada mantan presiden kedua Soeharto.

Pasalnya, dia menambahkan selama Soeharto memimpin negeri ini, banyak pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Sederet pelanggaran yang telah dilakukan Soeharto selama 32 tahun berkuasa, baik pelanggaran HAM, politik, keuangan, sosial, dan budaya. Di bidang HAM, misalnya telah terjadi kasus Tanjung Priok (1984). Sedangkan pelanggran lainnya misalnya penculikan sejumlah aktivis, perampasan tanah rakyat Kedungombo (1989) serta kerusuhan Mei 1998 di beberapa kota di Indonesia akibat aparat keamanan bersikap pasif.

“Jika gelar pahlawan di sandang oleh Soeharto, maka akan menyakiti hati seluruh rakyat Indonesia. Bukan hanya yang menjadi korban atas kejahatannya tetapi juga mereka yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan menodai kesucian pada hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini,” ujarnya.

Aksi unjukrasa tersebut diakhiri dengan mengirim surat penolakan pemberian gelar pahlawan ke Kementrian Sosial di Jakarta melalui  kantor Pos Simpanglima. (RS)

 

 

135
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>