Sebarkan berita ini:

26- Ganjar PranowoSEMARANG[SemarangPedia] – Kalangan generasi muda disarankan untuk memilih mengkomsumsikan makanan lokal dibanding impor dan tidak perlu gengsi, guna ikut  meneguhkan ekonomi Pancasila yang berpihak kepada masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyarankan  hal itu dan bagi generasi muda tidak perlu gengsi untuk mengonsumsi makanan lokal.

“Dengan mengonsumsi pangan lokal, generasi muda telah meneguhkan ekonomi Pancasila yang berpihak kepada masyarakat, sehingga berdikari dalam bidang ekonomi dapat terwujud,” ujarnya pada Seminar Ekonomi Pancasila, Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Strategi Pembangunan Ekonomi di Indonesia di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Kamis (26/5).

Menurutnya, generasi muda dan masyarakat Indonesia agar bisa mencontoh warga Jepang dan Korea yang merasa bangga dengan makanan tradisional khas negara mereka.

“Mengapa kita tidak bisa mencontoh mereka [warga Jepang dan Korea]. Apakah merasa malu atau gengsi memakan makanan lokal,” tuturnya kepada para peserta yang sebagian besart mahasiswa.

Ganjar juga menyatakan untuk bisa menciptakan ekonomi Pancasila, bangsa Indonesia harus bisa menjadi negara yang bedaulat secara politik, mampu berdiri di atas kaki sendiri agar tidak dipermainkan oleh kepentingan atau negara lain.

“Rakyat Indonesi harus memegang teguh dan menjunjung tinggi kepribadian bangsa secara sosial dan budaya,” ujarnya.

Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, Prof. F.X. Sugiyanto mengatakan untuk mewujudkan ekonomi yang berbasis Pancasila maka lembaga keuangan bisa menjadi mesin perubahan.

Lembaga keuangan, dia menambahkan yang memberikan kemudahaan dan bunga terjangkau masyarakat, dapat menghapuskan fenomena kemiskinan dan ketidakadilan disektor usaha kecil.

“Lembaga keuangan bisa menjadi mesin perubahan karena akan dapat mengentaskan kemiskinan,” tuturnya.

Untuk itu, dia mendesak pemerintah, DPR dan Bank Indonesia segera mempercepat pembuatan dua rancangan undang-undang sektor keuangan, yakni RUU Bank Indonesia dan RUU Perbankan.

“Melalui reformasi kelembagaan kuangan ini perbankan di Indonesia lebih berkeadilan,” ujarnya.

 

109
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>