Sebarkan berita ini:
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] – Kota Semarang bakal dijadikan tuan rumah gerakan 1.000  startup digital, karena dinilai ibukota Jateng ini memiliki potensi besar sebagai penggerak startup digital.

Gatot Hendraputra satu pegiat startup digital mengatakan indikator Kota Semarang bisa terlihat dari infrastruktur digital yang secara bertahap telah dibangun pemkot setempat dengan menghadirkan program  digitalisasi di berbagai area publik.

Bahkan Pemerintah sebelumnya telah mendeklarasikan the Digital Energy of Asia beberapa waktu lalu, melalui Kementrian Informasi dan Informatika satu gerakan yang disebut sebagai gerakan 1.000 startup Digital segera dicanangkan.

Dengan demikian, lanjutnya, Semarang berpotensi menjadi tuan rumah maupun percontohan bagi gerakan startup digigal pada November mendatang.

“Melalui gerakan itu bisa menjadi dorongan bagi bertumbuhnya startup- startup baru di wilayah Kota Semarang,” ujarnya, Senin. (19/9)

Pria yang juga berperan sebagai Leader of Impala Space ini menyebut poin penting dari gerakan ini adalah mengidentifikasi masalah, memetakan mendeteksi, menelitinya kemudian menciptakan solusi.

Selain itu, dia menambahkan tiap kota punya problem solve berbeda termasuk di Kota Semarang, namun gerakan itu perlu banyak sekali kontribusi warga Semarang untuk bisa menyelesaikan masalah yang ada di kotanya.

Sebelumnya Pemkot Semarang resmi meluncurkan progam terbarunya untuk melayani publik berupa monitoring room yang berlokasi di lantai dua gedung Pusat Informasi Publik (PIP) di komplek Balai Kota Semarang.

Progam baru yang diluncurkan bersamaan Pemkot Semarang menggandeng  Kantor Staf Presiden RI, Institut Teknologi Bandung (ITB)  dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (ITI) tentang pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam mewujudkan Smart City di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan melalui ruangan ini seluruh aktivitas di beberapa sudut kota dapat dipantau dengan jelas, sesuai komitmen pemkot bakal menambah CCTV di sejumlah titik di persimpangan jalan yang padat arus lalu-lintas kendaraan.

”Setiap tahun dijadwalkan akan terpasang secara bertahap di semua sudut kota, dan fasilitas CCTV  yang dioperasikan diharapkan dapat membantu pengaturan arus lalu lintas kendaraan, selain juga berfungsi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bagi warga,” tuturnya.

Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi menuturkan Kota Semarang diharapkan semakin berkembang dan Pemerintah Kota mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya.

Kinerja Pemkot, dia menambahkan akan memprioritaskan dapat membebaskan warga dari persoalan kemiskinan, masalah pendidikan, kesehatan, rob dan banjir serta peningkatan infrastruktur.

“Tahun ini untuk pembangunan infrastruktur akan gencar direalisasikan, termasuk komponen penunjang seperti penambahan CCTV di setiap sudut kota bakal terus ditambah,,” ujarnya.

Menurutnya, pemkot juga akan menambah jumlah kamera pemantau lalu lintas (Area Traffic Control System/ATCS) pada 84 titik di area terbuka di Kota Semarang, yang saat ini sudah terpasang pada 21 titik.

“Setidaknya di setiap sudut dan persimpangan jalan terutama traffic light akan terpasang ATCS,” tuturnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, untuk mengakses ATCS, dapat dilakukan melalui perangkat pintar berbasis Android dan aplikasi ATCS Lalin Semarang telah tersedia di Playstore.

Dishubkominfo Kota Semarang juga sudah melakukan upaya pelayanan untuk memudahkan masyarakat dalam memantau kondisi lalu lintas. Bahkan bisa dengan aplikasi smartphone.

 

 

82
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>