Sebarkan berita ini:
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] – Dahulu, jika ingin membeli pakaian, sepatu dan lainnya harus datang ke sejumlah toko, begitu juga ingin membeli aksesoris dan barang elektronik lainya harus pergi ke pertokoan, sehingga aktivitas itu membuang waktu serta melelahkan.

Namun, sekarang perkembangan teknologi kini membuat segala hal menjadi lebih mudah. Apalagi dengan adanya Smartphone, Android dan sejenisnya dengan segala aplikasi di dalamnya. Semua menjadi lebih praktis dan efisien.

Tidak mengherankan, jika sekarang sejumlah aplikasi penyedia jasa online mulai bermunculan dan mudah di temui di App Store maupun Google Play, dengan segala macam fiturnya.

Salah satunya Go-Jek aplikasi layanan jemput antar penumpang melalui motor ini memang sangat populer dan digandrungi oleh segala lapisan.

Aplikasi ini sudah tersebar hampir ke keseluruhan Indonesia termasuk juga Kota Semarang. Kesuksesaan itu tidak lepas dari strategi, jaringan dan fitur layanan yang sangat mudah dipahami.

Melihat pangsa kuliner yang begitu besar, Gojek pun kembali bermertamorfosa, mengeluarkan trobosan dengan menambah layanan baru berupa Go-Food.

Jasa pesan-antar makanan itu tidak hanya mengantar pesanan makanan branded  tetapi sampai kaki lima pun dijangkau.

Bermodal sentuhan jari dari Smartphone, makanan yang dinginkan bisa dipesan. Dengan membuka aplikasi Gojek – Go Food, cari lokasi dan kuliner yang dipesan plus jumlah nominal pembayaran, driver Gojek langsung bergerak.

Hanya menunggu kurang dari 60 menit makan yang dipesan tiba ke lokasi pemesan. Jika jarak pemesanan cukup jauh, lebih dari enam kilometer akan ada penambahan jasa pengiriman Rp4.000 per 1 kilometer.

Dengan adanya jasa pengantar makanan itu, tidak hanya memberikan kemudahan bagi pengguna, tetapi juga memberikan peluang bagi para pebisnis industri kuliner untuk memaksimalkan usaha.

Adanya Gojek Go-Food memberi kesempatan kerja khususnya warga Semarang untuk mencari tambahan rezeki tanpa ada batasan waktu yang mengikat.

Salah satunya Juwadi (40), pada pagi hari dia bekerja sebagai tenaga cleaning service di sebuah perusahaan telekomunikasi dan sore harinya bekerja pada Go-Jek

‘’Orderan Go-Food biasanya ramai sejak siang sampai malam. Pekerjaan ini membantu sekali mencari tambahan rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarga,’’ tutur ayah dua anak yang bekerja di Go-Jeks sejak November 2015.

Meski demikian, ada juga yang menggunakan Go- Jek sebagai pekerjaan utama. Seperi Warso (38). Ayah satu anak itu setiap hari berkeliling Kota Semarang untuk menerima pesanan dari pelanggan Go-Jek.

‘’Pengalaman berkesan penah dimarahi pelanggan, tetapi itu tidak masalah, ya sebagai bahan introapeksi,” ujarnya. (RS)

370
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>