Sebarkan berita ini:

13-Gunungan Ritual1SEMARANG[SemarangPedia] – Ratusan pengunjung dari berbagai penjuru daerah berdatangan ke  Obyek wisata Goa Kreo Semarang, hingga pelataran tempat wisata yang berlokasi di Gunungpati Semarang itu penuh sesak.

Antusias pengunjung itu berdatangan hanya ingin menyaksikan ritual sesaji Rewanda yang digelar di pelataran Goa Kreo, Rabu. (13/7). Ritual yang diselenggarakana setiap tahun sekali itu sangat menarik dan unik sehingga mampu menyedot pengunjung dari berbagai penjuru daerah.

Empat gunungan yang diarak saat ritual sesaji Rewanda di pelataran Goa Kreo menjadi perhatian pengunjung. Keempat gunungan tersebut adalah gunungan yang dibuat dari bahan buah-buahan, ketupat, nasi kethek dan hasil bumi lainnya.

Setelah dilakukan doa bersama, tiga gunungan yakni gunungan ketupat, hasil bumi dan nasi kethek langsung diperebutkan ratusan warga yang sudah menunggu dari awal prosesi sesaji Rewanda. Sedangkan gunungan buah-buahan diperuntukkan untuk monyet-monyet ekor panjang yang menghuni Goa Kreo

13-Gunungan1Sesaji Rewanda diawali dengan arak-arakan mengusung empat gunungan dari Desa Kandri ke pelataran Goa Kreo. Dibarisan depan berjejer orang berkostum monyet dan replika batang kayu jati yang konon diambil oleh Sunan Kalijaga untuk membangun masjid Agung Demak.

Ritual yang selalu diadakan warga Kandri pada 1 Syawal itu, bertujuan sebagai bentuk rasa syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan keselamatan selama ini, sekaligus sebagai destinasi wisata di Kota Semarang.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mengatakan sesaji Rewanda ini kedepan akan diusulkan ke Kementerian Pariwisata untuk menjadi agenda nasional seperti halnya Semarang Night Carnival.

“Kegiatan ini akan kami adakan tahun depan dengan lebih baik lagi dan bisa mengundang wisatawan-wisatawan nasional maupun mancanegara, serta bekerja sama dengan komunitas-komunitas pegiat wisata dalam dan luar kota tentunya dari Kementerian Pariwisata bisa mendukung sehingga masuk ke agenda nasional,” ujarya seusai membuka ritual Sesaji Rewanda.

Ita panggilan akrab Hevearita mengharapkan dari tahun ke tahun dilakukan perbaikan-perbaikan, sehingga kegiatan seperti ini bisa lebih meriah dan bagus serta bisa menarik masyarakat di luar kota untuk datang ke Semarang.

 

285
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>