Sebarkan berita ini:

27-GeorgeSEMARANG[SemarangPedia]- Di bawah panasnya sinar matahari, terlihat seorang bule berjalan mengamati serius sejumlah bangunan gedung tua yang banyak berdiri di kawasan wisata Kota Lama Semarang. Nampaknya keunikan arstitik bangunan tua itu mengundang perhatiannya.

George Harley nama bule asal Australia itu berjalan santai tidak menghiraukan panasnya terik matahari dan macet lalu lintas di kawasan itu, Dengan membawa sebuah stick atau kuas dan buku agenda besar putih bersih, George sambil menyanteng tas terus berjalan pelan mengelilingi gedung-gedung tua itu.

Dia bukan wisatawan yang sedang melancong ke Kota Semarang, tetapi ternyata George merupakan salas satu sketsher peserta International Semarang Sketchwalk 2016 (ISSW 2016) yang mulai digelar 26 Agustus hingga 28 Agustus 2016 di Semarang.

Goerge berjalan untuk mencari spot gambat sketsa yang dirasa pas untuk segera dikerjakan dan akhirnya, tidak begitu lama, dia memutuskan duduk di samping gedung tua Maraba dan memantapkan pilihannya mensketsa Gereja Blenduk yang berada di seberang Maraba.

George merupakan satu dari puluhan sketcher mancanegara yang ikut serta dalam serangkaian agenda mensketsa oleh International Semarang Sketchwalk 2016 (ISSW 2016) itu.

Artis sketsa (sketcher) asal Australia itu begitu serius dan jeli mengamati setiap sudut maupun sela – sela dari Gereja Blenduk yang akan digambarnya.

Kuas bertinta hitam yang dipegangnya mulai bereaksi mengoreskan alur garis tidak beraturan di kertas gambar. Tanganya begitu lihai menari merangkai garis hingga membentuk bidang bangunan.

Menariknya George mensketsa tidak menggunakan kuas lukis maupun pena pada umunya sketcher lainnya, melainkan memaki potongan kayu yang dibentuk menyerupai pensil

27-YuliaMenurutnya, dengan kuas kayu, hasil gambarnya lebih terlihat artistik dengan efek tekstur garis kasar dan tajam.

“Saya bisa menghabiskan waktu 20 menit untuk menyelesaikan satu gambar tanpa warna, kalo memakai warna bisa sampai satu jam,” ujarnya yang sudah fasih berbahasa Indonesia kepada semarangpedia.com, Jumat. (26/8)

Bule yang telah setahun menetap di Indonesia ini mengatakan Kota Semarang memiliki beragam keindahan gedung tuanya yang bisa menjadi destinasi pariwisata apabila di kelola sedemikian rupa.

“Saya begitu kagum dengan kelokan bangunan tua kota Ini. Spotnya sangat menarik, saya pikir Pemerintah setempat harusnya memperbaiki kembali bangunan seperti ini agar terlihat bisa lebih bagus dan mewah,” tuturnya.

Selain George, kekaguman juga dirasakan, Endang begitu sapaan canda yang bernama asli Julia. Sketcher asal Italia ini juga begitu menikmati sekali mensketsa gedung tua yang ada di Kota Semarang.

“Saya sudah pernah ke Semarang, dan memang unik Kota tuanya,” kata bule yang kini menjadi peneliti bidang Antropologi yang saat ini menetap di Yogyakarta.

Sarah li Sketcher asal Hongkong senada menuturkan baru pertama kali datang ke Semarang. Begitu menginjakan kaki di Kota Tua Semarang raut wajahnya begitu senang dan tidak sabar untuk segera mengabadikan sejumah gambar gedung-gedung tua itu.

“Saya suka dengan artistik Gedung Tua dan setiap persimpangan Jalannya. Ini benar benar kembali ke masa lalu”, ujarnya. (RS)

 

142
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>