Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Gojek kembali menggelar program Bengkel Belajar Mitra (BBM) yang merupakan wadah pengembangan keterampilan pertama dan paling komprehensif di industri ride-hailing, sebagai upaya agar mitra driver dapat belajar dan mengembangkan diri.

Selain itu, kegiatan BBM juga untuk lebih memudahkan ekosistemnya dalam memperoleh pembekalan seputar kualitas layanan.

Rosel Lavina, VP Corporate Affairs Food Ecosystem Goje mengatakan melanjutkan peluncuran inisiatif #GoGreener di tingkat nasional Agustus lalu, kali ini Gojek melalui layanan GoFood menggandeng WWF Indonesia, memberikan pelatihan bagi lebih dari 100 mitra driver di Semarang mengenai upaya sadar lingkungan dan memperkenalkan solusi untuk mengurangi kantong plastik sekali pakai, dengan tas pengantaran khusus GoFood.

Selain itu, lanjutnya, mitra driver juga memperoleh pembekalan seputar upaya penyelamatan lingkungan.

Menurutnya, sebagai layanan pesan-antar makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, GoFood selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sehingga mitra driver memegang peranan penting di ekosistem Gojek.

Padai program BBM edisi ini, tutur Rosel Lavina, pihaknya memfasilitasi mitra driver dengan pelatihan sadar lingkungan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah memperkenalkan tas pengantaran yang dirancang khusus demi kenyamanan dan menjaga keadaan pesanan dalam keadaan prima dari merchant sampai ke konsumen, dan yang terpenting tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai,” ujarnya di sela-sela sesi pelatihan BBM di Semarang, Senin (9/12).

Pada tahap awal ini, GoFood mendistribusikan lebih dari 100 tas pengantaran di Kota Semarang. Tas pengantaran ini memiliki banyak keistimewaan, di antaranya kompartemen yang lebih luas dan kualitas tinggi untuk menyimpan dan mengantar makanan, baik panas maupun dingin, bahkan tahan cipratan air dan dapat dilipat sehingga tetap fleksibel saat mitra driver mengantar penumpang.

“Selain sebagai upaya untuk menjaga lingkungan, inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan mitra driver dalam menjalankan order GoFood yang diharapkan akan memperkuat kualitas layanan, sehingga mereka makin dicintai oleh pelanggan,” tutur Rosel.

Progam itu, selaras dengan upaya Pemkot Semarang yang terus mempertegas komitmennya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Komitmen tersebut ditunjukan dengan dikeluarkannya Peraturan Walikota (Perwal) Semarang Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Sampah Plastik yang sudah dikeluarkan sejak Juni 2019 lalu.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi SE MM melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Drs Sapto Adi Sugihartono MM menuturkan Pemkot Semagang mengapresiasi GoFood sebagai layanan pesan-antar makanan pertama yang memfasilitasi mitra driver-nya agar dapat mengambil peran aktif untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai ketika memenuhi kebutuhan kuliner masyarakat kota Semarang.

“Program Gojek ini sejalan dengan Gerakan Pemkot Semarang #SemarangWegahNyampah yang fokus dalam pengurangan sampah dan kepedulian lingkungan,” ujarnya.

55
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>