Sebarkan berita ini:

31-umkSEMARANG[SemarangPedia] – Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) 2017 yang akan diberlakukan untuk wilayah Jawa Tengah dijadwalkan akan ditetapkan pada 1 November 2016.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan UMP dan UMK 2017 siap ditetapkan  Selasa (1/11), kemudian akan diserahkan kebijakan kepada masing-masing kabupaten/kota di provinsi ini untuk memilih menggunakan UMP atau UMK.

“Kalau kita tetapkan UMP daerah dengan upah rendah masih kesulitan, sehingga dibuat UMP dan UMK biar daerah yang memutuskan,” ujarnya, di Semarang, Senin. (31/10)

Menurutnya, jika merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan,  di Jawa Tengah tidak memungkin diterapkan UMP karena wilayahnya yang sangat luas.

“Apabila dipaksakan menggunakan UMP dan diambil yang tertinggi yakni merujuk upah di Kota Semarang sebesar Rp1,9 jutaan akan banyak pengusaha di daerah kolaps,” tuturnya.

Namun, lanjutnya, jika mengambil yang terendah yaitu upah di Kabupaten Banjarnegara yakni sebesar Rp1,2 jutaan, juga bakal banyak pengusaha mengambil upah terendah itu dan buruh di kota besar seperti Kota Semarang yang akan dirugikan.

“Dengan demikian, besok pagi pada 1/11 dijadwalkan UMP dan UMK ditetapkan dan sebagai pilihan bagi di daerah,” ujarnya.

Hingga saat ini, usulan UMK di Provinsi Jawa Tengah telah diserahkan kepada Gubernur Ganjar Pranowo. Namun, dari 35 kabupaten/kota hanya Kabupaten Grobogan yang belum menyerahkan usulan UMK kepada Pemerintah Propinsi Jateng.

Seperti diketahui  para gubernur per tanggal 1 November 2016 harus sudah menetapkan UMP untuk diberlakukan tahun depan. (RS)

247
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>