Sebarkan berita ini:

KLATEN[SemarangPedia] – Pembangunan proyek Ruas Tol Solo-Yogyakarta dipastikan bakal segera direalisasikan, setelah penetapan lokasi pengadaan tanah ditandatangai oleh Gubernur Jateng.

Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah untuk pembangunan proyek Ruas Tol Solo-Yogyakarta itu telah ditandatangani Gubernur Jawa Tengah melalui Surat Keputusan (SK) nomor 590/48 tanggal 15 September 2020.

Surat Keputusan tersebut menetapkan 50 desa dan 11 Kecamatan di Kabupaten Klaten yang terdampak pengadaan jalan tol seluas 3.775.217 m2 itu.

Selain menetapkan data lokasi tanah, Surat Keputusan Gubernur ini juga menetapkan peta lokasi sebagai dasar pengadaan tanah nantinya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten Jaka Sawaldi mengharapkan SK penetapan lokasi ini bisa mengakomodasi kepentingan wilayah, dampak lingkungan dan sosial, termasuk responsif terhadap perkembangan lapangan.

“Yang terpenting kepentingan masyarakat dan pemerintah setempat diakomodir. Kita menyambut baik SK Gubernur ini, seperti pemihakan tenaga lokal dalam pembangunan fisik jalan tol. Kita berharap masyarakat tidak sebagai penonton. Termasuk lahan pertanian Klaten, seperti jaminan keberlanjutan irigasi tidak terganggu termasuk sumber-sumber mata air dan situs sejarah,” ujar Jaka Sawaldi, Jumat (18/9).

Menurutnya, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai pelaksana proyek telah menjamin pemenuhan kebutuhan warga Klaten sebagaimana kesepakatan dalam konsultasi publik.

Meski telah dilakukan konsultasi publik, lanjutnya, diharapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap membuka kanal konsultasi 24 jam dengan masyarakat.

“Informasi yang berkembang bisa beragam. Tapi ketika masyarakat butuh kepastian, Tim Kementerian bisa cepat memberikan kepastian. Pemkab Klaten akan siap membantu agar tidak terjadi informasi yang salah,” tuturnya.

Seperti diketahui, sesuai lampiran SK penetapan lokasi tersebut, Kecamatan Ngawen menjadi wilayah terdampak paling banyak, meliputi sembilan desa, disusul Kecamatan Delanggu dengan desa terdampak dua wilayah meliputi Sidomulyo dan Mendak. Sedangkan Kecamatan Ceper menjadi wilayah terkecil terdampak hanya Desa Kuncen. (RS)

11
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>