Sebarkan berita ini:

1-gugatan-warga-kebonharjoSEMARANG[SemarangPedia] – Sidang lanjutan gugatan warga Kebunharjo di Pengadilan Negeri (PN) Semarang akhirnya diputuskan dengan Majelis Hakim tidak menerima gugatan perbuatan melawan hukum yang dimohonkan warga itu.

Dalam sidang putusan di PN Semarang, Ketua Majelis Hakim Eni Indriyartini menyatakan, gugatan warga Kebonharjo, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara sebagai penggugat dianggap kabur.

Dengan demikian, gugatan harus ditolak seluruhnya, karena tergugat, PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kantor Pertanahan Kota Semarang yang dituduh melakukan perbuatan melawan hukum tidak ada dasar hukumnya.

Hakim menegaskan gugatan yang menyebutkan penggugat selaku pemilik atas tanah di Kebonharjo itu, setelah dilakukan sidang dilapangan beberapa waktu diperoleh fakta, tanah yang dikuasai tidak disebutkan batas-batasnya.

Menurutnya, seperti yang diatur dalam Yusrisprudensi Mahkamah Agung nomor 1149K/SIP/1975, harus disertakan batasan-batasan wilayahnya.

“Batas wilayah tidak jelas, maka dalam perkara ini eksepsi tergugat diterima,” ujar Hakim Eni saat membacakan amar putusannya secara bergantian dengan dua anggotanya, Anastasya dan Sartono.

Dia mengatakan ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 86/ 1958 tentang Nasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Milik Belanda, perusahaan swasta Belanda dinasionalisasi menjadi milik pemerintah.

PT KAI, dia menambahkan selanjutnya sebagai pemilik sah atas tanah sengketa, karena aset perusahaan Belanda sudah menjadi kekayaan negara.

“Selkain itu, menolak provisi gugatan konvensi, menyatakan gugatan konvensi tidak diterima. Gugatan rekonvensi tidak diterima, menghukum penggugat maupun tergugat secara tanggung renteng membayar biaya perkara yang timbul Rp2 juta,” tuturnya.

Dengan putusan PN itu, warga tidak mendapatkan ganti rugi. Dalam sidang perwakilan tergugat PT KAI dan Kantor Pertanahan Kota Semarang tidak hadir dalam, kursi tergugat dibiarkan kosong.

Sementara Kuasa Hukum warga Kebonharjo dari Tim Independen, Budi Sekoriyanto mengatakan, akan mengajukan upaya hukum lagi.

“Kami menunggu hasil dua gugatan lain yang didaftarkan warga Kebonharjo di Pengadilan Negeri Semarang dan Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang,” ujarnya. (HN/RS)

200
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>