Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Harga hewan ternak untuk korban menjelang Idul Ahda di berbagai daerah di Jateng mulai melonjak, tidak hanya hewan ternak jenis kambing, namun kerbau dan sapi terus naik. Kenaikan harga diperkirakan masih akan berlanjut hingga mendekati pelaksanaan penyembelihan kurban pada hari raya Idul Adha mendatang .

Harga Kerbau di wilayah Kudus kenaikan cukup signifikan berdasar postus hewan, bahkan kini sudah mencapai sebesar Rp20 juta per ekor dari sebelumnya hanya Rp18 juta per ekor.

Seorang pedagang kerbau Sratman warga Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus menuturkan sepekan menjelang hari raya Idul Adha harga hewan kerbau sudah melonjak sesuai mekanisme pasar.

Harga kerbau, lanjutnya, yang sebelumnya dijual Rp18 juta per ekor, saat ini laku terjual hingga Rp20 juta per ekor naik hingga 15%.

Menurutnya, kenaikan harga itu berlaku untuk kerbau berukuran sedang. Namun, untuk kerbau yang ukurannya lebih besar, harganya bisa jauh lebih tinggi.

“Kerbau pesanan Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, harganya bisa menembus Rp32 juta. Postur kerbau tersebut juga lumayan besar yakni mencapai 7 kuintal,” ujarnya, Jumar (10/8).

Kerbau-kerbau itu, dia menambahkan diperoleh dari peternak dari berbagai wilayah. Bahkan, pasokan kerbau-kerbau tersebut berasal dari Jawa Timur seperti Banyuwangi, Mojokerto dan berbagai daerah lain.

”Penjualannya di berbagai wilayah meliputi Kudus, Demak dan Pati. Pasaran kerbau untuk hewan kurban belum terlihat ramai di wilayah Kudus dan sekitarnya. Ini terkait dengan adat dan budaya masyarakat Kudus yang lebih memilih kurban kerbau dibanding sapi sebagai bentuk penghormatan atas ajaran Sunan Kudus,” tuturnya.

Sementara, kenaikan harga juga terjadi pada hewan kurban jenis kambing dan sapi.Untuk harga kambing, saat ini mulai naik dari harga Rp2,8 juta- Rp3 juta per ekor  kini menjadi Rp 3,1 juta per ekor.

Sedangkan di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali Kota harga hewan ternak sapi naik rata-rata Rp1,5 hingga Rp2 juta per ekor. Sejumlah pedagang menilai kenaikan tersebut masih wajar meskipun Hari Raya Idul Adha sudah dekat.

Menurut para pedagang, harga sapi berukuran sedang yang sebelumnya dijual senilai Rp16 juta per ekor, kini melonjak menjadi sekitar Rp17,5 juta per ekor. Sedangkan sapi yang biasanya dijual Rp18 juta per ekor kini dihargai sekitar Rp20 juta per ekor.

“Menjelang Hari Raya Kurban ya pasti harganya akan naik, dari sebelumnya Rp16 juta per ekor sekarang Rp17,5 juta per ekor, yang semula Rp18 juta sekarang naik menjadi Rp20 juta,” ujar Usman seorang pedagang sapi asal Cepogo, Boyolali.

Dia menuturka kenaikan harga sapi tersebut dinilai wajar karena menjelang Hari Raya Idul Adha kebutuhan masyarakat atas sapi untuk berkurban meningkat. Selain kenaikan harga tersebut juga dinilai tidak terlalu drastis.

Di sisi lain, lanjutnya, permintaan dari luar daerah terhadap sapi-sapi Boyolali dirasakan menurun dibandingkan tahun lalu, Menjelang Idul Adha seperti saat ini permintaan dari Jakarta pada tahun lalu mencapai 200 ekor, namun tahun ini hanya mengirim 150 ekor.

“Biasanya saya kirim 200 ekor, tahun ini 150 ekor. Saya enggak tahu ini kenapa. Mungkin pekan depan ada permintaan lagi,” ujarnya. (RS)

 

 

5
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>