Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak masyarakat untuk mengurangi dan mengendalikan sampah plastik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang, sebagai upaya untuk menghidari terjadinya gunungan sampah.

Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu mengatakan Kota Semarang sudah memiliki TPA Jatibarang seluas 67 hektare. Namun, kalau tidak dilakukan pengendalian sampah sudah dipastikan bakal terjadi gunungan sampah di TPA dan tumpahan akan menhhambat saluran-saluran sungai.

Bahkan, lanjutnya, masyarakat Kota Semarang setiap harinya menghasilkan sampah yang masuk ke TPA Jatibarang, sehingga perlu dilakukan pengendalian sampah dari hulu, terutama sampah yang dibuang oleh masyarakat.

“Untuk itu, saya minta masyarakat dapat melakukan gerakan untuk menekan sampah. Gunakan bahan yang tidak sekali pakai. Bisa juga dengan 3R (reduce, reuse, and recycle),” ujarnya saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup yang berlangsung, di Balai Kota Semarang, Kamis (12/9).

Menurutnya, masyarakat bisa menekan sampah agar tidak sampai ke TPA, misalnya mengurangi sampah plastik dengan menggunakan bahan yang tidak sekali pakai dan bisa dipakai secara berulang.

Persoalan sampah, dia menambahkan merupakan masalah klasik yang dihadapi kota besar, termasuk Semarang, dan saat ini sudah dilakukan kerja sama dengan PT Narpati untuk mengolahnya menjadi pupuk kompos.

“TPA Jatibarang, gas methan yang dihasilkan dari pengolahan sampah sudah dimanfaatkan sebanyak 200 kepala keluarga (KK). Bahkan, listriknya juga dihasilkan dari sampah,” tuturnya.

Meski demikian, tutur Hendi, perlu upaya proaktif dari masyarakat untuk membantu pemerintah mengatasi sampah, salah satunya dengan mengoptimalkan bank-bank sampah yang ada di lingkungannya.

Melalui acara ini, diharapkan tidak hanya seremoni, melainkan dapat ditangkap esensinya. Dan apresiasi kepada masyarakat yang telah peduli terhadap lingkungan dengan kegiatan pengendalian sampah plastik.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Gunawan Saptogiri menyebutkan terdapat 50 bank sampah di Kota Semarang yang bisa dimanfaatkan untuk menekan penumpukan sampah di TPA Jatibarang.

“Jadi, sekitar 20% sampah dikelola di bank-bank sampah, dan sisanya baru masuk ke TPA. Bank sampah melakukan pemilahan sampah organik dan an-organik yang bisa diolah,” ujarnya.

Sampah organik, menurutnya, bisa diolah menjadi pupuk, sementara sampah organik dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang bernilai lebih, seperti tas, vas bunga, dan lainnya.

Pada kesempatan itu, diserahkan pula penghargaan kepada sekolah tingkat SMA dan sederajat se-Kota Semarang yang telah menerapkan program adiwiyata dan gerakan K3 (ketertiban, kebersihan, dan keindahan). (RS)

28
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>