Sebarkan berita ini:

1-hendi-tumpengSEMARANG[SemarangPedia] – Peringatan malam satu suro, (1 Muharram 1438 H) yang diadakan di Pelataran Simpang Lima Kota Semarang, Sabtu malam (1/10) terlihat begitu semarak dengan dipenuhi pengunjung.

Peringatan pergantian tahun baru Islam yang mengangkat tema Semarang Semarak Semanak itu, berbeda dari tahun sebelumnya. Setidaknya sebanyak 310 tumpeng dari donasi korporasi, industri hiburan, makanan, minuman, perhotelan, dan berbagai media dibagikan gratis kepada warga Semarang yang ikut hadir.

Sejak pukul 18.00 WIB, ribuan warga baik pendatang maupun warga asli Semarang berduyun – duyun memadati tenda yang dipasang di pelataran lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang menunggu perayaan dimulai.

Para panitia dari Dinas Pariwisata Kota Semarang sibuk dengan aktivitasnya menjamu para tamu undangan dan menata tumpeng.

Tepat pukul 19.20 WIB acara malam menyambut 1 Muharram itu dibuka dengan dihadiri Walikota Semarang, Hendrar Prihadi bersama istri Krisseptiana (Tia Hendrar Prihadi), Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti (Ita), serta jajaran Pemkot Semarang.

Warga yang telah menunggu sejak sore itu, kemudian bergabung dengan para penyaji tumpung untuk menikmati santap bersama.

Sebelum dimulai santap nasi tumpeng bersama, Walikota Hendrar Prihadi memberikan sambutan pembuka di depan warga Kota Semarang yang hadir itu.

1-tumpengan” Pada 1 Muharram 1438 H ini menjadi wujud untuk kita semua bersama sama berysukur atas apa yang didapatkan dan membangun guyup antar sesama warga Semarang ,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu.

Semenara ceramah yang dihantarkan oleh Ustad Fachrur Rozi juga begitu mengelitik, membuat susana nyaman. Begitu ceramah selesai, lantunan doa dipanjatkan untuk memulai santap tumpeng bersama.

Susana santap pada malam itu begitu nikmat. Warga dari anak – anak, dan orang dewasa sangat menikmati hiburan, sekali suguhan tumpeng dengan beragam lauk yang disediakan.

Hendi bersama istri Tia Hendrar Prihadi dan Wakil Walikota Semarang, Hevearita juga tidak sungkan mengajak beberpa warga untuk menyantap tumpeng potongan langsung dari Walikota.

Malam itu suasana begitu meriah. Namun, sayangnya setelah acara selesai terlihat beberapa sampah betebaran dan nasi tumpeng yang masih utuh terbuang sia – sia, akibat banyaknya nasi tumpeng yang disediakan. (RS)

205
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>